Home > Blogosphere > Tata Kelola Teknologi Informasi (TKTI) walhususon COBIT 4.1

Tata Kelola Teknologi Informasi (TKTI) walhususon COBIT 4.1


PENGUKURAN TINGKAT MATURITAS

Pengukuran tingkat maturitas berdasarkan CobiT 4.1 dilakukan melalui beberapa tahapan. Adapun tahapan yang ditempuh untuk mengukur tingkat maturitas tata kelola TI di BMKG dijelaskan sebagai berikut.

1. Metoda Pengukuran

Metoda pengukuran yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan top down. Pendekatan ini berawal dari strategi organisasi dan arah kebijakan lembaga yang diturunkan ke bawah yaitu level operasional. Pendekatan tersebut merupakan pendekatan yang sesuai karena terdapat suatu kebijakan dari pihak manajemen untuk menerapkan suatu framework dalam melaksanakan tata kelola TI. Sampai tulisan ini dibuat draft kebijakan tersebut masih disusun sebagai cikal bakal keputusan kepala badan mengenai tata kelola TI di lingkungan BMKG.

Secara garis besar metoda pengukuran tingkat maturitas dengan kerangka kerja CobiT 4.1 digambarkan sebagai berikut.

Gambar 2.1 Metoda penilaian tingkat maturitas dengan menggunakan CobiT 4.1

 1. Visi dan Misi

Penilaian tingkat maturitas dengan pendekatan top down berawal dari stategi organisasi yang tercermin dari pernyataan visi dan misi organisasi tersebut. Pernyataan visi dan misi BMKG telah dijelaskan pada bab 1 makalah ini.

Analisis Value Chain

Analisis value chain digunakan untuk mengetahui bagaimana proses bisnis yang terdepat di BMKG. Analisis ini digambarkan dengan porter’s value chain analysis seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 2.2 Analisis Value Chain

Dari analisis value chain didapat dua aktivitas yaitu aktivitas utama (primary activities)dan aktivitas pendukung (support activities). Adapun setiap aktivitas dijelaskan sebagai berikut.

a.      Aktivitas Utama (Primary Activities)

 Dari analisis value chain di atas terdapat 4 (empat) aktivitas utama yaitu :

  1. Bidang Meteorologi

Aktivitas di bidang meteorologi dipimpin oleh Deputi Bidang Meteorologi setingkat eselon I. Terdapat dua pusat di bawah deputi ini yaitu Pusat Meteorologi Penerbangan dan Maritim dan Pusat Meteorologi Publik. Pembangunan di bidang meteorologi diarahkan pada Penguatan kemampuan layanan informasi cuaca (Strengthening Weather Services Capacity) melalui sentralisasi sistem pengolahan, analisa dan penguatan sistem pelayanan informasi di daerah.   Pelaksanaan Program Pembangunan di bidang Meteorologi difokuskan pada kegiatan :

  1. Pengembangan Sistem Peringatan Dini Cuaca;
  2. Pengembangan Meteorologi Penerbangan dan Maritim;
  3. Pengelolaan Meteorologi Penerbangan dan Maritim BMKG;
  4. Pengelolaan Meteorologi Publik BMKG;
  5. Strengthening BMKG Climate and Weather Services Capacity.
  6. Bidang Klimatologi

Pembangunan di bidang klimatologi termasuk didalamnya kualitas udara, diarahkan pada Penguatan Kemampuan Sistem Pelayanan Informasi Iklim, Agroklimat dan Iklim Maritim, serta Penguatan Kemampuan Sistem Pelayanan Informasi Perubahan Iklim dan Kualitas Udara. Program pembangunan pada Bidang Klimatologi difokuskan pada kegiatan :

  1. Pengembangan Sistem Peringatan Dini Iklim;
  2. Pengembangan Perubahan Iklim dan Kualitas Udara;
  3. Pengelolaan Iklim Agroklimat dan Iklim Maritim BMKG;
  4. Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG.
  5. Bidang Geofisika

Aktivitas di bidang geofisika dipimpin oleh Deputi Bidang Geofisika yang membawahi Pusat Gempa Bumi dan Tsunami dan Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu.

Program pembangunan pada Bidang Geofisika difokuskan pada kegiatan :

  1. Pengembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami;
  2. Pengembangan Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu;
  3. Pengelolaan Gempa Bumi dan Tsunami BMKG;
  4. Pengelolaan Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG.
  5. Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi

Aktivitas di bidang ini dipimpin oleh Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi setingkat eselon I yang membawahi Pusat Instrumentasi, Rekayasa, dan Kalibrasi, Pusat Database, Pusat Jaringan Komunikasi. Program pembangunan pada Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa, Jaringan Komunikasi dan Database difokuskan pada kegiatan :

  1. Pengembangan Instrumen, Rekayasa dan Kalibrasi;
  2. Pengembangan Jaringan Komunikasi;
  3. Pengembangan Database;
  4. Pengelolaan Instrumentasi, Rekayasa dan Kalibrasi BMKG;
  5. Pengelolaan Database BMKG;
  6. Pengelolaan Jaringan Komunikasi BMKG.

b.      Aktivitas Pendukung (Secondary Activity)

Aktivitas pendukung dari hasil analisis value chain sebagai berikut.

  1. Sekretariat Utama

Sekretariat Utama merupakan unit kerja yang menyelenggarakan fungsi teknis administrasi perencanaan dalam bidang program, rencana, evaluasi, dan penyusunan tarif, penyusunan peraturan perundang-undangan, pelaksanaan monitoring dan bantuan hukum, penyusunan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan, pengelolaan kerumahtanggaan, berperan penting dalam fasilitator forum nasional maupun Internasional di bidang MKKuG dan pengembangan Sumber Daya Manusia.

  1. Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Tanggung jawab utama dari Pusat pendidikan dan pelatihan adalah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai di lingkungan BMKG. Pusat ini dipimpin oleh seorang kepala pusat yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala BMKG.

  1. Pusat Penelitian dan Pengembangan

Pusat penelitian dan pengembangan mempunyai fungsi penelitian dan pengembangan di bidang MKKuG. Pusat ini dikepalai oleh kepala pusat dan bertanggung jawab secara langsung kepada kepala BMKG.

  1. Proses Bisnis

BMKG memiliki 173 Balai dan UPT/Stasiun Pengamat yang terletak di seluruh pelosok negeri Indonesia. Setiap balai dihuni oleh 18 sampai 20 orang Pegawai Negeri Sipil. Balai dan UPT/Stasiun Pengamat bertugas untuk mengamati dan membuat prakiraan tentang keadaan meteorologi, klimatologi, ataupun geofisika di daerah sekitarnya masing-masing. Prakiraan cuaca dan iklim serta peringatan gempa bumi dan tsunami, dibuat berdasarkan beberapa indikator seperti suhu udara, tekanan udara, dan lain sebagainya. Hasil pengamatan dan prakiraan tersebut kemudian dikirimkan ke pusat melalui aplikasi-aplikasi yang dimiliki oleh BMKG. Balai dan UPT/Stasiun Pengamat tersebut berfungsi untuk memberikan kabar-kabar terkait tentang perubahan iklim, gempa bumi, gunung meletus, tsunami, dan bencana-bencana lainnya ke kantor pusat BMKG di Jakarta. Kantor pusat BMKG akan mengolah kembali informasi tersebut dan memutuskan kondisi yang berlaku. Kemudian dilakukan penyebaran informasi kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan permasalahan penanganan bencana seperti TimSar, TNI dan PolRI, dan lain sebagainya. Untuk informasi iklim, BMKG juga memberikan informasi hasil analisanya ke beberapa bidang usaha seperti Maskapai Penerbangan, PJKA, dan lain sebagainya.

  1. Penentuan IT Goals

Di dalam CobiT 4.1 secara garis besar IT goals dipetakan ke dalam 28 goals yang digambarkan pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.1 IT Goals

 

IT Goals Deskripsi
Merespon kebutuhan bisnis sejalan dengan strategi bisnis.
Merespon kebutuhan tata kelola sejalan dengan arahan atasan.
Menjamin kepuasan pengguna dengan layanan dan tingkat layanan yang diberikan.
Mengoptimalkan penggunaan informasi.
Membuat TI agility
Menentukan bagaimana kebutuhan fungsi dan pengendaian bisnis diterjemahkan ke dalam solusi otomatis yang efektif dan efisien.
Membuat dan memelihara sistem aplikasi yang terpadu dan terstandarkan.
Membuat dan memelihara infrastuktur TI yang terpadu dan terstandarkan.
Membuat dan memelihara keterampilan IT yang dapat merespon strategi TI
Menjamin kepuasan dan hubungan pihak ketiga.
Memastikan aplikasi terintegrasi ke dalam proses bisnis.
Menjamin transparansi dan pemahaman biaya, manfaat, strategi, kebijakan dan tingkat pelayanan TI.
Memastikan penggunaan dan kinerja yang tepat dari aplikasi dan solusi teknologi.
Account untuk dan melindungi semua aset TI
Mengoptimalkan kemampuan dari sumber daya dan infrastruktur TI
Mengurangi pemberian layanan dan solusi yang cacat.
Melindungi pencapaian tujuan TI.
Menetapkan kejelasan dampak risiko bisnis terhadap tujuan dan sumber daya TI.
Memastikan bahwa informasi rahasia dan kritis tidak diketahui oleh orang-orang yang seharusnya tidak memiliki akses.
Memastikan bahwa otomasi transaksi bisnis dan pertukaran informasi dapat dipercaya.
Memastikan bahwa layanan dan infrastruktur TI harus tahan dan dapat sepat pulih dari kegagalan karena kesalahan, serangan disengaja, atau bencana.
Memastikan dampak bisnis yang minimal akibat dari gangguan atau perubahan layanan TI
Memastikan bahwa layanan TI tersedia pada saat diperlukan.
Meningkatkan itu efisiensi biaya dan kontribusinya terhadap profitabilitas bisnis.
Memberikan proyek yang tepat waktu, tepat anggaran, dan kualitas yang memenuhi standar.
Menjaga integritas dari informasi dan proses infrastruktur.
Memastikan bahwa TI sesuai dengan undang-undang, peraturan dan kontrak.
Memastikan bahwa TI dapat menunjukkan kualitas layanan dengan biaya yang efisien, perbaikan berkelanjutan dan kesiapan pada perubahan yang akan datang.

Berdasarkan visi dan misi BMKG dan analisis value chain serta pemahaman proses bisnis dari BMKG, maka dilakukan pemetaan terhadap IT goals yang mendukung strategi organisasi. Pemetaan IT goals tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.2 Pemetaan IT Goals

Proses Tujuan Ukuran IT Goals
Pengumpulan dan pengolahan data dan informasi mengenai MKKuG. Data dan informasi mengenai MKKuG yang tepat waktu dan akurat. -          Waktu antara proses pengumpulan dan pengolahan.

-          Ketepatan informasi mengenai kejadian MKKuG.4,16Pengelolaan dan  Pengembangan sistem informasi MKKuG (peringatan dini, dan sistem lainnya)Sistem yang dapat memberikan informasi yang tepat waktu dan akurat.-          Availability

-          Maintainability

-          Reliability7,9,11,13,15,16,19, 23Pengelolaan dan pengembangan manajemen data di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;Manajemen data mengenai MKKuG yang dapat mendukung sistem keputusan.-          Availability

-          Reliability4,6,16,20, 27Pembuatan, pengembangan, dan  pengeloaan instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;Alat dan infrastruktur yang mendukung kinerja proses bisnis yang berkaitan dengan MKKuG.-          Availability

-          Maintainability

-          Reliability

-          Respond time8, 15, 20, 21, 26, 27Penyampaian dan pelayanan data dan informasi MKKuG kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat.Informasi yang tepat waktu dan akurat yang dihasilkan oleh sistem MKKuG-          Waktu antara proses pengolahan hingga penyampaian.

-          Ketepatan penyampaian informasi mengenai kejadian MKKuG.3, 4, 10, 21, 27

      Dari pemetaan diatas maka disimpulkan IT goals BMKG sebagai berikut.

Tabel 2.3 IT Goals BMKG

IT Goals BMKG IT Process
3 Ensure satisfaction of end users with service offerings and service levels. PO8   AI4   DS1   DS2   DS7  DS8  DS10 DS13
4 Optimise the use of information. PO2  DS11
6 Define how business functional and control requirements are translated in effective and efficient automated solutions. AI1    AI2    AI6
7 Acquire and maintain integrated and standardised application systems. PO3   AI2    AI5
8 Acquire and maintain an integrated and standardised IT infrastructure. AI3    AI5
9 Acquire and maintain IT skills that respond to the IT strategy. PO7   AI5
10 Ensure mutual satisfaction of third-party relationships. DS2
11 Ensure seamless integration of applications into business processes. PO2   AI4    AI7
13 Ensure proper use and performance of the applications and technology solutions. PO6   AI4    AI7    DS7   DS8
15 Optimise the IT infrastructure,  resources and capabilities. PO3   AI3   DS3   DS7   DS9
16 Reduce solution and service delivery defects and rework. PO8   AI4    AI6    AI7   DS10
19 Ensure that critical and confidential information is withheld from those who should not have access to it. PO6   DS5  DS11 DS12
20 Ensure that automated business transactions and information  exchanges can be trusted. PO6   AI7   DS5
21 Ensure that IT services and infrastructure can properly resist and recover from failures due to error, deliberate attack or disaster. PO6   AI7   DS4   DS5  DS12 DS13  ME2
23 Make sure that IT services are available as required. DS3   DS4  DS8  DS13
26 Maintain the integrity of information and processing infrastructure. AI6    DS5
27 Ensure IT compliance with laws, regulations and contracts. DS11  ME2  ME3  ME4
  1. Penentuan Proses Area TI

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberdayakan dan mengandalkan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pengadaannya membutuhkan pertanggungjawaban terkait penggunaan anggaran public. Bentuk tanggung jawab yang dibutuhkan diantaranya adalah adanya jalur kepemimpinan yang jelas dan transparan dalam penyelenggaraan TIK dan harus mencakup keseluruhan aspek mulai dari perencanaan, pengadaan, implementasi, penyedia layanan, pengamanan asset informasi, kelangsungan layanan, dan avaluasinya. Keseluruhan aspek tersenut harus dikelola melalui suatu kerangka kerja yang baku yang menjadi dasar penyusunan maupun penerapan kebijakan teknis terkait TIK, dan yang wajib dipatuhi oleh setiap unit kerja di BMKG.

Untuk mengakoodasi kebutuhan tersebut, kerangka kerja kebijakan Tata Kelola TIK BMKG ini disusun dalam format penyusunan yang dibagi berdasarkan fungsi, dengan struktur wilayah pembagian sebagai berikut:

  1. Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang merupakan kebijakan umum tentang keseluruhan aspek Tata Kelola TIK di Bdan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan merupakan kerangka utama dalam pengelolaan TIK;
  2. Pengelolaan Keamanan Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang merupakan kebijkan pengaturan pengelolaan keamanan informasi baik di lingkungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika maupun mitra-kerjanya;
  3. Pengelolaan Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang merupakan kebijakan pengaturan pengelolaan bergabagi bentuk layanan TIK di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika;
  4. Pengembangan TIK, yang merupakan kebijakan pengaturan pengembangan TIK, baik secara internal maupun yang dilakukan oleh pihak mitra kerja BMKG;
  5. Pengelolaan proyek TIK, yang merupakan kebijakan pengelolaan proyek di lingkungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika;
  6. Pengelolaan Kelangsungan Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang merupakan kebijakan pengelolaan kegiatan yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan layanan TIK Badan Meteorologi Kliamtologi dan Geofisika;
  7. Pemantauan dan evaluasi Kinerja Teknologi Informasi dan Komunikai, yang merupakan kebijakan pemantauan dan evaluasi kinerja TIK sebagai bagian dari sinergi TIK dalam pemcapaian target Tugas Pokok dan fungsi Badan Meteorologi Kliamtologi dan Geofisika.

Sesuai dengan draft peraturan kepala BMKG tentang Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi maka ditentukan proses TI yang selanjutnya akan dilakukan pengukuran tingkat maturitas sesuai kerangka kerja CobiT 4.1 sebagai berikut.

PO2 Membuat  dan  meng-update  secara  berkala  sebuah  model  informasi  bisnis  dan mendefinisikan  sistem  yang  cocok  untuk  meng-optimalkan  kegunaan  dari  informasi tersebut.
AI3 Organisasi  memiliki  proses  untuk  pelaksanaan,  akuisisi  dan  upgrade  dari  infrastruktur teknologi.  Hal  ini  membutuhkan  pendekatan  yang  direncanakan  untuk  akuisisi, pemeliharaan  dan  perlindungan  infrastruktur  yang  sejalan  dengan  strategi  TI  yang  telah disepakati.
DS4 Kebutuhan untuk  menyediakan layanan  terus-menerus memerlukan pengembangan, pemeliharaan dan pengujian rencana berkesinambungan.
DS5 Kebutuhan  untuk  mempertahankan  integritas  dari  informasi  dan  melindungi  aset  TI membutuhkan  proses  manajemen  keamanan.  Proses  ini  meliputi  membangun  dan memelihara peran dan tanggung jawab keamanan TI, kebijakan, standar, dan prosedur.
DS11 Manajemen  data  efektif  membutuhkan  peng-identifikasi-an  kebutuhkan  data.  Proses manajemen  data  juga  mencakup  pembentukan  prosedur  yang  efektif  untuk  mengelola media library, pencadangan dan pemulihan data, dan pembuangan data yang tepat.
ME4 Membentuk kerangka kerja TI yang efektif mencakup mendefinisikan struktur organisasi, proses, kepemimpinan, peran dan tanggung jawab untuk memastikan bahwa investasi TI perusahaan selaras dan disampaikan sesuai dengan strategi perusahaan dan tujuan.
  1. Pengukuran Tingkat Maturitas Setiap Proses Area

— SKIPPED-

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

800×600

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

PENGUKURAN TINGKAT MATURITAS

Pengukuran tingkat maturitas berdasarkan CobiT 4.1 dilakukan melalui berbagai tahapan. Adapun tahapan yang ditempuh untuk mengukur tingkat maturitas tata kelola TI di BMKG dijelaskan sebagai berikut.

1.        Metoda Pengukuran

Metoda pengukuran yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan top down. Pendekatan ini berawal dari strategi organisasi dan arah kebijakan lembaga yang diturunkan ke bawah yaitu level operasional. Pendekatan tersebut merupakan pendekatan yang sesuai karena terdapat suatu kebijakan dari pihak manajemen untuk menerapkan suatu framework dalam melaksanakan tata kelola TI. Sampai tulisan ini dibuat draft kebijakan tersebut masih disusun sebagai cikal bakal keputusan kepala badan mengenai tata kelola TI di lingkungan BMKG.

Secara garis besar metoda pengukuran tingkat maturitas dengan kerangka kerja CobiT 4.1 digambarkan sebagai berikut.

Gambar 2.1 Metoda penilaian tingkat maturitas dengan menggunakan CobiT 4.1

2.        Visi dan Misi

Penilaian tingkat maturitas dengan pendekatan top down berawal dari stategi organisasi yang tercermin dari pernyataan visi dan misi organisasi tersebut. Pernyataan visi dan misi BMKG telah dijelaskan pada bab 1 makalah ini.

3.        Analisis Value Chain

Analisis value chain digunakan untuk mengetahui bagaimana proses bisnis yang terdepat di BMKG. Analisis ini digambarkan dengan porter’s value chain analysis seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 2.2 Analisis Value Chain

Dari analisis value chain didapat dua aktivitas yaitu aktivitas utama (primary activities)dan aktivitas pendukung (support activities). Adapun setiap aktivitas dijelaskan sebagai berikut.

a.      Aktivitas Utama (Primary Activities)

Dari analisis value chain di atas terdapat 4 (empat) aktivitas utama yaitu :

1.      Bidang Meteorologi

Aktivitas di bidang meteorologi dipimpin oleh Deputi Bidang Meteorologi setingkat eselon I. Terdapat dua pusat di bawah deputi ini yaitu Pusat Meteorologi Penerbangan dan Maritim dan Pusat Meteorologi Publik. Pembangunan di bidang meteorologi diarahkan pada Penguatan kemampuan layanan informasi cuaca (Strengthening Weather Services Capacity) melalui sentralisasi sistem pengolahan, analisa dan penguatan sistem pelayanan informasi di daerah.   Pelaksanaan Program Pembangunan di bidang Meteorologi difokuskan pada kegiatan :

a.      Pengembangan Sistem Peringatan Dini Cuaca;

b.      Pengembangan Meteorologi Penerbangan dan Maritim;

c.       Pengelolaan Meteorologi Penerbangan dan Maritim BMKG;

d.      Pengelolaan Meteorologi Publik BMKG;

e.      Strengthening BMKG Climate and Weather Services Capacity.

2.      Bidang Klimatologi

Pembangunan di bidang klimatologi termasuk didalamnya kualitas udara, diarahkan pada Penguatan Kemampuan Sistem Pelayanan Informasi Iklim, Agroklimat dan Iklim Maritim, serta Penguatan Kemampuan Sistem Pelayanan Informasi Perubahan Iklim dan Kualitas Udara. Program pembangunan pada Bidang Klimatologi difokuskan pada kegiatan :

a.      Pengembangan Sistem Peringatan Dini Iklim;

b.      Pengembangan Perubahan Iklim dan Kualitas Udara;

c.       Pengelolaan Iklim Agroklimat dan Iklim Maritim BMKG;

d.      Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG.

3.      Bidang Geofisika

Aktivitas di bidang geofisika dipimpin oleh Deputi Bidang Geofisika yang membawahi Pusat Gempa Bumi dan Tsunami dan Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu.

Program pembangunan pada Bidang Geofisika difokuskan pada kegiatan :

a.      Pengembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami;

b.      Pengembangan Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu;

c.       Pengelolaan Gempa Bumi dan Tsunami BMKG;

d.      Pengelolaan Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG.

4.      Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi

Aktivitas di bidang ini dipimpin oleh Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi setingkat eselon I yang membawahi Pusat Instrumentasi, Rekayasa, dan Kalibrasi, Pusat Database, Pusat Jaringan Komunikasi. Program pembangunan pada Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa, Jaringan Komunikasi dan Database difokuskan pada kegiatan :

a.      Pengembangan Instrumen, Rekayasa dan Kalibrasi;

b.      Pengembangan Jaringan Komunikasi;

c.       Pengembangan Database;

d.      Pengelolaan Instrumentasi, Rekayasa dan Kalibrasi BMKG;

e.      Pengelolaan Database BMKG;

f.        Pengelolaan Jaringan Komunikasi BMKG.

b.      Aktivitas Pendukung (Secondary Activity)

Aktivitas pendukung dari hasil analisis value chain sebagai berikut.

1.      Sekretariat Utama

Sekretariat Utama merupakan unit kerja yang menyelenggarakan fungsi teknis administrasi perencanaan dalam bidang program, rencana, evaluasi, dan penyusunan tarif, penyusunan peraturan perundang-undangan, pelaksanaan monitoring dan bantuan hukum, penyusunan dan penataan organisasi dan ketatalaksanaan, pengelolaan kerumahtanggaan, berperan penting dalam fasilitator forum nasional maupun Internasional di bidang MKKuG dan pengembangan Sumber Daya Manusia.

2.      Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Tanggung jawab utama dari Pusat pendidikan dan pelatihan adalah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai di lingkungan BMKG. Pusat ini dipimpin oleh seorang kepala pusat yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala BMKG.

3.      Pusat Penelitian dan Pengembangan

Pusat penelitian dan pengembangan mempunyai fungsi penelitian dan pengembangan di bidang MKKuG. Pusat ini dikepalai oleh kepala pusat dan bertanggung jawab secara langsung kepada kepala BMKG.

4.        Proses Bisnis

BMKG memiliki 173 Balai dan UPT/Stasiun Pengamat yang terletak di seluruh pelosok negeri Indonesia. Setiap balai dihuni oleh 18 sampai 20 orang Pegawai Negeri Sipil. Balai dan UPT/Stasiun Pengamat bertugas untuk mengamati dan membuat prakiraan tentang keadaan meteorologi, klimatologi, ataupun geofisika di daerah sekitarnya masing-masing. Prakiraan cuaca dan iklim serta peringatan gempa bumi dan tsunami, dibuat berdasarkan beberapa indikator seperti suhu udara, tekanan udara, dan lain sebagainya. Hasil pengamatan dan prakiraan tersebut kemudian dikirimkan ke pusat melalui aplikasi-aplikasi yang dimiliki oleh BMKG. Balai dan UPT/Stasiun Pengamat tersebut berfungsi untuk memberikan kabar-kabar terkait tentang perubahan iklim, gempa bumi, gunung meletus, tsunami, dan bencana-bencana lainnya ke kantor pusat BMKG di Jakarta. Kantor pusat BMKG akan mengolah kembali informasi tersebut dan memutuskan kondisi yang berlaku. Kemudian dilakukan penyebaran informasi kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan permasalahan penanganan bencana seperti TimSar, TNI dan PolRI, dan lain sebagainya. Untuk informasi iklim, BMKG juga memberikan informasi hasil analisanya ke beberapa bidang usaha seperti Maskapai Penerbangan, PJKA, dan lain sebagainya.

5.        Penentuan IT Goals

Di dalam CobiT 4.1 secara garis besar IT goals dipetakan ke dalam 28 goals yang digambarkan pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.1 IT Goals

 

IT Goals

Deskripsi

1.        

Merespon kebutuhan bisnis sejalan dengan strategi bisnis.

2.        

Merespon kebutuhan tata kelola sejalan dengan arahan atasan.

3.        

Menjamin kepuasan pengguna dengan layanan dan tingkat layanan yang diberikan.

4.        

Mengoptimalkan penggunaan informasi.

5.        

Membuat TI agility

6.        

Menentukan bagaimana kebutuhan fungsi dan pengendaian bisnis diterjemahkan ke dalam solusi otomatis yang efektif dan efisien.

7.        

Membuat dan memelihara sistem aplikasi yang terpadu dan terstandarkan.

8.        

Membuat dan memelihara infrastuktur TI yang terpadu dan terstandarkan.

9.        

Membuat dan memelihara keterampilan IT yang dapat merespon strategi TI

10.    

Menjamin kepuasan dan hubungan pihak ketiga.

11.    

Memastikan aplikasi terintegrasi ke dalam proses bisnis.

12.    

Menjamin transparansi dan pemahaman biaya, manfaat, strategi, kebijakan dan tingkat pelayanan TI.

13.    

Memastikan penggunaan dan kinerja yang tepat dari aplikasi dan solusi teknologi.

14.    

Account untuk dan melindungi semua aset TI

15.    

Mengoptimalkan kemampuan dari sumber daya dan infrastruktur TI

16.    

Mengurangi pemberian layanan dan solusi yang cacat.

17.    

Melindungi pencapaian tujuan TI.

18.    

Menetapkan kejelasan dampak risiko bisnis terhadap tujuan dan sumber daya TI.

19.    

Memastikan bahwa informasi rahasia dan kritis tidak diketahui oleh orang-orang yang seharusnya tidak memiliki akses.

20.    

Memastikan bahwa otomasi transaksi bisnis dan pertukaran informasi dapat dipercaya.

21.    

Memastikan bahwa layanan dan infrastruktur TI harus tahan dan dapat sepat pulih dari kegagalan karena kesalahan, serangan disengaja, atau bencana.

22.    

Memastikan dampak bisnis yang minimal akibat dari gangguan atau perubahan layanan TI

23.    

Memastikan bahwa layanan TI tersedia pada saat diperlukan.

24.    

Meningkatkan itu efisiensi biaya dan kontribusinya terhadap profitabilitas bisnis.

25.    

Memberikan proyek yang tepat waktu, tepat anggaran, dan kualitas yang memenuhi standar.

26.    

Menjaga integritas dari informasi dan proses infrastruktur.

27.    

Memastikan bahwa TI sesuai dengan undang-undang, peraturan dan kontrak.

28.    

Memastikan bahwa TI dapat menunjukkan kualitas layanan dengan biaya yang efisien, perbaikan berkelanjutan dan kesiapan pada perubahan yang akan datang.

Berdasarkan visi dan misi BMKG dan analisis value chain serta pemahaman proses bisnis dari BMKG, maka dilakukan pemetaan terhadap IT goals yang mendukung strategi organisasi. Pemetaan IT goals tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.2 Pemetaan IT Goals

Proses

Tujuan

Ukuran

IT Goals

Pengumpulan dan pengolahan data dan informasi mengenai MKKuG.

Data dan informasi mengenai MKKuG yang tepat waktu dan akurat.

-          Waktu antara proses pengumpulan dan pengolahan.

-          Ketepatan informasi mengenai kejadian MKKuG.

4,16

Pengelolaan dan  Pengembangan sistem informasi MKKuG (peringatan dini, dan sistem lainnya)

Sistem yang dapat memberikan informasi yang tepat waktu dan akurat.

-          Availability

-          Maintainability

-          Reliability

7,9,11,13,15,16,19, 23

Pengelolaan dan pengembangan manajemen data di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Manajemen data mengenai MKKuG yang dapat mendukung sistem keputusan.

-          Availability

-          Reliability

4,6,16,20, 27

Pembuatan, pengembangan, dan  pengeloaan instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Alat dan infrastruktur yang mendukung kinerja proses bisnis yang berkaitan dengan MKKuG.

-          Availability

-          Maintainability

-          Reliability

-          Respond time

8, 15, 20, 21, 26, 27

Penyampaian dan pelayanan data dan informasi MKKuG kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat.

Informasi yang tepat waktu dan akurat yang dihasilkan oleh sistem MKKuG

-          Waktu antara proses pengolahan hingga penyampaian.

-          Ketepatan penyampaian informasi mengenai kejadian MKKuG.

3, 4, 10, 21, 27

      Dari pemetaan diatas maka disimpulkan IT goals BMKG sebagai berikut.

Tabel 2.3 IT Goals BMKG

IT Goals BMKG

IT Process

3

Ensure satisfaction of end users with service offerings and service levels.

PO8   AI4   DS1   DS2   DS7  DS8  DS10 DS13

4

Optimise the use of information.

PO2  DS11

6

Define how business functional and control requirements are translated in effective and efficient automated solutions.

AI1    AI2    AI6

7

Acquire and maintain integrated and standardised application systems.

PO3   AI2    AI5

8

Acquire and maintain an integrated and standardised IT infrastructure.

AI3    AI5

9

Acquire and maintain IT skills that respond to the IT strategy.

PO7   AI5

10

Ensure mutual satisfaction of third-party relationships.

DS2

11

Ensure seamless integration of applications into business processes.

PO2   AI4    AI7

13

Ensure proper use and performance of the applications and technology solutions.

PO6   AI4    AI7    DS7   DS8

15

Optimise the IT infrastructure,  resources and capabilities.

PO3   AI3   DS3   DS7   DS9

16

Reduce solution and service delivery defects and rework.

PO8   AI4    AI6    AI7   DS10

19

Ensure that critical and confidential information is withheld from those who should not have access to it.

PO6   DS5  DS11 DS12

20

Ensure that automated business transactions and information  exchanges can be trusted.

PO6   AI7   DS5

21

Ensure that IT services and infrastructure can properly resist and recover from failures due to error, deliberate attack or disaster.

PO6   AI7   DS4   DS5  DS12 DS13  ME2

23

Make sure that IT services are available as required.

DS3   DS4  DS8  DS13

26

Maintain the integrity of information and processing infrastructure.

AI6    DS5

27

Ensure IT compliance with laws, regulations and contracts.

DS11  ME2  ME3  ME4

6.        Penentuan Proses Area TI

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberdayakan dan mengandalkan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pengadaannya membutuhkan pertanggungjawaban terkait penggunaan anggaran public. Bentuk tanggung jawab yang dibutuhkan diantaranya adalah adanya jalur kepemimpinan yang jelas dan transparan dalam penyelenggaraan TIK dan harus mencakup keseluruhan aspek mulai dari perencanaan, pengadaan, implementasi, penyedia layanan, pengamanan asset informasi, kelangsungan layanan, dan avaluasinya. Keseluruhan aspek tersenut harus dikelola melalui suatu kerangka kerja yang baku yang menjadi dasar penyusunan maupun penerapan kebijakan teknis terkait TIK, dan yang wajib dipatuhi oleh setiap unit kerja di BMKG.

Untuk mengakoodasi kebutuhan tersebut, kerangka kerja kebijakan Tata Kelola TIK BMKG ini disusun dalam format penyusunan yang dibagi berdasarkan fungsi, dengan struktur wilayah pembagian sebagai berikut:

1.      Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang merupakan kebijakan umum tentang keseluruhan aspek Tata Kelola TIK di Bdan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan merupakan kerangka utama dalam pengelolaan TIK;

2.      Pengelolaan Keamanan Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang merupakan kebijkan pengaturan pengelolaan keamanan informasi baik di lingkungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika maupun mitra-kerjanya;

3.      Pengelolaan Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang merupakan kebijakan pengaturan pengelolaan bergabagi bentuk layanan TIK di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika;

4.      Pengembangan TIK, yang merupakan kebijakan pengaturan pengembangan TIK, baik secara internal maupun yang dilakukan oleh pihak mitra kerja BMKG;

5.      Pengelolaan proyek TIK, yang merupakan kebijakan pengelolaan proyek di lingkungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika;

6.      Pengelolaan Kelangsungan Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang merupakan kebijakan pengelolaan kegiatan yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan layanan TIK Badan Meteorologi Kliamtologi dan Geofisika;

7.      Pemantauan dan evaluasi Kinerja Teknologi Informasi dan Komunikai, yang merupakan kebijakan pemantauan dan evaluasi kinerja TIK sebagai bagian dari sinergi TIK dalam pemcapaian target Tugas Pokok dan fungsi Badan Meteorologi Kliamtologi dan Geofisika.

Sesuai dengan draft peraturan kepala BMKG tentang Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi maka ditentukan proses TI yang selanjutnya akan dilakukan pengukuran tingkat maturitas sesuai kerangka kerja CobiT 4.1 sebagai berikut.

PO2

Membuat  dan  meng-update  secara  berkala  sebuah  model  informasi  bisnis  dan mendefinisikan  sistem  yang  cocok  untuk  meng-optimalkan  kegunaan  dari  informasi tersebut.

AI3

Organisasi  memiliki  proses  untuk  pelaksanaan,  akuisisi  dan  upgrade  dari  infrastruktur teknologi.  Hal  ini  membutuhkan  pendekatan  yang  direncanakan  untuk  akuisisi, pemeliharaan  dan  perlindungan  infrastruktur  yang  sejalan  dengan  strategi  TI  yang  telah disepakati.

DS4

Kebutuhan untuk  menyediakan layanan  terus-menerus memerlukan pengembangan, pemeliharaan dan pengujian rencana berkesinambungan.

DS5

Kebutuhan  untuk  mempertahankan  integritas  dari  informasi  dan  melindungi  aset  TI membutuhkan  proses  manajemen  keamanan.  Proses  ini  meliputi  membangun  dan memelihara peran dan tanggung jawab keamanan TI, kebijakan, standar, dan prosedur.

DS11

Manajemen  data  efektif  membutuhkan  peng-identifikasi-an  kebutuhkan  data.  Proses manajemen  data  juga  mencakup  pembentukan  prosedur  yang  efektif  untuk  mengelola media library, pencadangan dan pemulihan data, dan pembuangan data yang tepat.

ME4

Membentuk kerangka kerja TI yang efektif mencakup mendefinisikan struktur organisasi, proses, kepemimpinan, peran dan tanggung jawab untuk memastikan bahwa investasi TI perusahaan selaras dan disampaikan sesuai dengan strategi perusahaan dan tujuan.

7.        Pengukuran Tingkat Maturitas Setiap Proses Area

About these ads
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: