Home > World Of Family > Ombay Akas

Ombay Akas


Foto disamping adalah Nenek dari sebelah Papa, Hj. Masnun namanya para cucung biasanya memanggil ombay kepada beliau. Di tengah usia senjanya ombay terlihat cukup energik jika dibandingkan dengan Nenek lain seumurnya, konon kabarnya ombay dahulu semenjak  muda tergolong dalam wanita yang gigih membantu suami turut bekerja di ladang, maupun berdagang. mungkin karena inilah maka dari sisi fisik ombay dapat dikatakan masih gagah berjalan diatas kedua kakinya sendiri, indra pendengaran pun terlihat baik, terbukti dari diskusi/ngobrol berjalan secara dua arah, Ombay telah sejak lama tinggal di daerah Pagelaran (Pringsewu) tepatnya di daerah pasar disamping gedung alun-alun pertemuan. Ombay sendiri adalah keturungan Kumoring Asli Minanga Palembang, dulu sejarahnya leluhur nenek moyang secara serentak bersama-sama melakukan transmigrasi bedol desa berhijrah dari Dusun Kumoring di Palembang menuju ke daerah Pagelaran. Sempat mendengar kisah sejarah dari ombay yang menyebutkan bahwa tetua-tetua adat kumoring berhijrah dalam motif ekonomi (dagang, berkebun,dll).  Saat ini adik beradik ombay tinggal dua, anak pertama ombay, dan anak bungsu Akas Nahriri (Pensiunan dosen FKIP Universitas Sriwijaya) yang saat ini tinggal di bukit besar, sedangkan adik-adik lainnya telah menghadap terlebih dahulu menghadap-Nya.  Dalam hidup dan kehidupannya ombay dikenal dengan pola hidup sederhana dan bersahaja, namun tetap dengan prinsip tegas bahwa anak-anaknya harus sekolah agar taraf hidup anak-anaknya lebih baik dari ombay.

Jika bertemu dengan ombay saya jarang berbicara bahasa indonesia, saya lebih memilik menggunakan bahasa kumoring hanya untuk sekedar  bercanda atau bercerita terkait aktifitas sehari hari, dengan logat Kumoring saya yang masih belepotan sering kali ombay terlihat tertawa dan tersenyum lebar sambil mengkoreksi atas kesalahan intonasi dan ucapan saya.

Ritual pertama kali ketika bertemu ombay pastinya adalah “salim”, ritual ini telah diajarkan oleh kedua orang tua saya, dan wajib hukumnya apabila bertemu dengan orang yang dihormati dan dituakan.  Selepas salim langsung tuh saya cecar dengan pertanyaan bahasa kumoring

Saya :  Api kabar Ombay….  [Apa Kabar Ombay]
Ombay : Alhamdulillah, nyak sihat  u…., sanipa niku khrik uyuk [Alhamdulillah, ombay sehat, bagaimana kabar kamu dan cucung]
Saya : Sikam sangamianak sihat kaunyin mbay [Kami sekeluarga sehat mbay]
Saya: Pangasaku niku kaliagan kurus, ulah api ?? [Perasaan ombay keliatan kurus, kenapa ya]
Ombay : Sanipa lagi, badan kok tuha, mak juk niku lok kok mugkra, mongan mih cutik bugawoh [Bagaimana lagi, ombay sudah tua, tidak seperti kamu yang masih muda, makan juga sedikit]
Saya : Nah, amun juk sina mongan sinomon mbay,  makhrik ngegomuk, juk nyak na , tolunga piring sakali mongan [Nah, kalau seperti itu makan yang banyak mbay, supaya gemuk kayak saya, 3 piring sekali makan]
Ombay : (tertawa sambil senyum), aihh niku ja…. [ah kamu ini bisa saja]
……………..
Ya diatas adalah salah satu cuplikan perbincangan antara saya dan ombay disamping berdiskusi tentang hal-hal lain, biasanya kalau saya bertemu ombay saya minta untuk diceritakan silsilah keluarga agar saling mengenal antar anggota keluarga. Dengan memori yang sangat kuat ombay biasanya menjelaskan kisah dan garis saudara/keluarga baik dari pihak akas maupun ombay.

O iya hampir lupa untuk menceritakan Pasangan hidup ombay yaitu Akas, ombay menikah dengan Alm. Akas Hi. Prabu Asnawi (Gelar Akas Prabu) yang juga merupakan putra asli Kumoring Minanga, Kakek Buyut saya adalah Poyang  Alm. Hi. Matjik, ombay pernah menceritakan kisah naik haji Moyang Alm. Hi. Matjik yang menempuh lama waktu sekitar 6 bulan lamanya untuk menunaikan ibadah haji, kala itu hanya transport laut yg ada, mungkin ini penyebab lamanya waktu ibadah haji kala itu.

Dari pernikahan Ombay Hj.Masnun dan Akas Alm. Hi. Prabu Asnawi (Akas Prabu) menghasilkan putra/putri;

1. Hi.Rustamadji (Pak Balak,  Surabaya)
2. Fachruddin (Papa-Bengkulu)
3. Bik Cak (drs)
4. Bik Hani (drs)
5. Bik Maysaroh (Gumuk Mas)
6. Bik Nunyanti (Pringsewu)
7. Om Mahrom (Bank)

Demikian sekilas kisah ombay dari pihak Papa, sekarang beralih ke Ombay dari pihak Mama.

Ombay Alm. Hj. Kholijah itulah nama ombay dari sebelah Mama, Ombay Kholijah adalah keturuan asli Kumoring Campang Tolu (campang tiga) Bapak dari Ombay Alm. Hj.Kholijah adalah Moyang Alm. Hi. Abdurroni,  Ombay Hj. Kholijah meninggal ditahun 1992 ketika saya masih di bangku kelas 2 kalau tidak salah, sehingga banyak memori yang belum terekam dalam kebersamaan kami, saya hanya dapatkan informasi ombay dari cerita Mama saja, Ombay Alm. Hj. Kholijah menikah dengan Akas Alm. Hi. Ahmad Fathoni  (Gelar Akas Raden Lobay) dan beliau juga bertempat tinggal di Pagelaran,  tepat di depan pasar Pagelaran. Dari Pernikahan-Nya menghasilkan Putra-Putri;

1. Barop (Pagelaran)
2. Pak Balak (Pagelaran)
3. Bik Dona (Sukabumi)
4. Bik Masnun (Bandung)
5. Haiyun Fatoni (Mama, Bengkulu)
6. Bik Fatimah (Jakarta)
7. Bik Ifah (Palembang)
8. Mama Munir (Pagelaran)

Membahas kisah ombay dan akas rasanya tak akan cukup 1 hari untuk menuliskannya  dalam sebuah tulisan, pastinya akan berbentuk cerita mini seri jika ingin diceritakan secara lengkap. Semoga ombay Hj. Masnun (satu-satunya ombay kandung yg ada) selalu diberikan kesehatan agar dapat membimbing anak cucungnya. amiinn…

Terakhir saya ingin menulis lagu Ombay Akas, lagu kesenian tradisional asli dari Suku Kumoring yang saya ambil dari berbagai sumber.

Ombay Akas Sikam Kok Haga Mulang…………
Mouli Maranai Lagi Rincah-Rincahan…………
Mon Niku Kawai Handak…………
Nyak Kawai Handak Munih…………
Mon Niku Haga Di Nyak…………
Nyak Haga Niku Munih 2x

Ombay Akas Sikam Kok Haga Mulang …………
Mouli Maranai Lagi Rincah-Rincahan…………
Alang Holau Du Balai…………
Isina Pari Ronik…………
Alang Holau Tinadai…………
Anying Na Lokok Ronik…………
Cak Tombai Hurung Ko Pai…………
Mari Nganik Na Bangik…………

Ombay Akas Sikam Kok Haga Mulang …………
Mouli Maranai Lagi Rincah-Rincahan…………
Dag Garudak…………
Halipu Kuruk Bubu…………
Nyak Manjau Mak Ka Udag…………
Niku Kuruk Kulambu…………

Ombai Akas Sikam Kok Haga Mulang…………
Mouli Maranai Basa Rincah-Rincahan…………
Kumangi Dilom Lioh Wat Ambau Makkanahan……..
Mak Bangik Lamon Jawoh Jarang Sipaliakan…….
Muloh Ti Awal….Tombai Akas………….
Kupancung Da Pai Bulung……..
Kupancung Pagi-Pagi……..
Jomoh Pagi Nyak Lijung……..
Sawai Mak Dija Lagi……..
Ombai Akas Sikam Kok Haga Mulang……..
Mouli Maranai Lagi Rincah-Rincahan………..

Artinya :
Ombai Dari Tombai = Nenek
Akas Dari Tombakas = Kakek
Sikam = Kami
Kok = Kata Pemanis/Penyambung Dalam Bahasa Palembang  “La” sudah mau pulang
Haga = mau = Ingin
Mulang = Pulang
Mouli = Gadis
Maranai = Bujang
Lagi = Lagi
Rincah-Rincahan = Senang-Senang
Mon Niku = Jika Kamu
Kawai Handak = Baju Putih
Nyak Kawai Handak Munih = Aku Baju Putih Juga
Mon Niku Haga Di Nyak = Jika Kamu Naksir Aku
Nyak Haga Niku Munih = Aku juga Naksir Kamu
Alang Holau Du Balai = Alangkah Bagusnya Gudang Tempat Menyimpan Padi
Isina Pari Ronik = Isinya Padi Kecil
Alang Holau Tinadai = Alangkah Bagusnya/Cantiknya Tunangan/Pacar
Anying Na Lokok Ronik = Sayang Nya Masih Kecil
Cak Tombai Hurung Ko Pai = Kata Nenek Urung/Tunda Dulu
Mari Nganik Na Bangik = Biar Tambah Mesra.
Dag Garudag = Biasanya Untuk Menceritakan Suara Gaduh Dalam Kotak Atau Langkah Kaki Cepat Di Rumah Yang Lantainya Dari Kayu
Halipu Kuruk Bubu = Siput Masuk Bubu (Alat Untuk Menangkap Ikan  Terbuat Dari Bambu Kayak Rudal Dan Dipasang Di Aliran Sungai).
Nyak Manjau Mak Ka Udag = Aku Bertamu Tidak keburu
Niku Kuruk Kulambu = Kau Sudah Masuk Kelambu / La Keburu Tidur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: