Home > Blogosphere > Kamus Glossary kata dan istilah kumoring

Kamus Glossary kata dan istilah kumoring


Sumber: http://www.mediaindonesia.com/ ( Minggu, 23 Oktober 2007)

SEJARAH SUKU KOMERING DAN ADAT ISTIADATNYA

Komering merupakan salah satu suku atau wilayah budaya di Sumatra Selatan, yang berada di sepanjang aliran Sungai Komering. Seperti halnya suku-suku di Sumatra Selatan, karakter suku ini adalah penjelajah sehingga penyebaran suku ini cukup luas hingga ke Lampung.

Suku Komering terbagi beberapa marga, di antaranya marga Paku Sengkunyit, marga Sosoh Buay Rayap, marga Buay Pemuka Peliyung, marga Buay Madang, dan marga Semendawai. Wilayah budaya Komering merupakan wilayah yang paling luas jika dibandingkan dengan wilayah budaya suku-suku lainnya di Sumatra Selatan. Selain itu, bila dilihat dari karakter masyarakatnya, suku Komering dikenal memiliki temperamen yang tinggi dan keras.

Berdasarkan cerita rakyat di masyarakat Komering, suku Komering dan suku Batak, Sumatra Utara, dikisahkan masih bersaudara. Kakak beradik yang datang dari negeri seberang. Setelah sampai di Sumatra, mereka berpisah. Sang kakak pergi ke selatan menjadi puyang suku Komering, dan sang adik ke utara menjadi puyang suku Batak.

Berdasarkan temuan dan analisa sejarah, Dusun Minanga Tuha, di daerah marga Semendawai Suku I, atau dusun keenam dari Dusun Gunung Jati diperkirakan merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya bagian awal. Sedangkan Palembang diyakini sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya bagian tengah, dan Jambi sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya bagian akhir. Kala itu, Minanga Tuha, sebagai kota pelabuhan, atau tempat berlangsungnya aktivitas bongkar dan muat barang serta bersandarnya kapal-kapal Sriwijaya maupun kapal-kapal asing yang memiliki baik hubungan dagang, politik, budaya, maupun religi dengan Sriwijaya.

Sejak abad pertengahan, suku Komering, sama halnya dengan rumpun Melayu lainnya, menerima Islam sebagai sebuah agama dan kepercayaan. Kedatangan Islam itu melahirkan mitos. Mitosnya mengenai seorang panglima dari bala tentara Fatahilah, Banten, bernama Tandipulau, yang menjadi tamu di daerah marga Semendawai Suku III. Ia datang menggunakan perahu menelusuri Sungai Komering. Tandipulau berlabuh dan menetap di daerah marga Semendawai Suku III, tepatnya di Dusun Kuripan. Keturunan Tandipulau membuka permukiman baru di seberang sungai atau seberang dusun Kuripan, yang disebut Dusun Gunung Jati. Selanjutnya, marga Semendawai disebut keturunan Tandipulau dari Dusun Kuripan.

Tandipulau dalam bahasa Komering berarti ‘tuan di pulau’. Makamnya, yang terletak di Dusun Kuripan, hingga kini masih terpelihara. Masyarakat Komering, khususnya marga Semendawai, sering berziarah kubur ke makam tersebut.

Rumah tradisi Komering
Salah satu tanda kebudayaan Komering dari masa lalu, yang hingga kini tetap terjaga adalah rumah. Pada masyarakat Komering, khususnya marga Semendawai, memiliki atau mengenal dua jenis rumah tempat tinggal yang bersifat tradisional, yakni rumah ulu dan rumah gudang.

Berdasarkan struktur bangunan, antara rumah ulu dan rumah gudang pada prinsipnya sama, tapi pembangunan rumah gudang umumnya cenderung mengalami beberapa modifikasi, dan tidak patuh lagi seperti rumah-rumah ulu, terutama untuk arah hadap seperti hulu (utara), liba(selatan), darak (barat), dan laok (timur). Perbedaan lainnya, pada rumah gudang, selalu dibuat atau ada ventilasi yang posisinya tepat berada di atas setiap pintu dan jendela, sedangkan pada rumah ulu tidak mengenal ventilasi udara.

Baik rumah gudang maupun rumah ulu merupakan jenis rumah panggung atau rumah yang memiliki tiang penyangga. Bahan utama pembuatan rumah gudang dan ulu adalah kayu atau papan.

Lantaran rumah gudang Komering lebih muda jika dibandingkan dengan rumah ulu, rumah ini sudah mengenal dan menerapkan kombinasi antara bahan kayu dan paku, kaca, cat, porselen atau marmer, genteng, dan semen. Misalnya banyak tangga atau disebut ijan mukak rumah gudang yang terbuat dari semen berlapis keramik, atau daun pintu dan jendelanya sudah dikombinasikan dengan kaca. Bahkan, kecenderungan akhir-akhir ini, rumah gudang sudah menggunakan tiang penyangga teknik cor beton dan atau batu bata, yang sebelumnya dari gelondong. Dan, di antara tiang rumah umumnya sudah pula diberi dinding semi permanen atau permanen, kemudian dijadikan tempat tinggal atau lambahan bah (rumah bawah). Mengingat bahan kayu yang saat ini semakin langka dan mahal, tampaknya masyarakat Komering lebih banyak memilih atau membangun jenis rumah gudang.

Rumah ulu sepenuhnya menggunakan bahan kayu atau papan. Tiang penyangga menggunakan gelondongan, lalu tangga, dinding, pintu, dan jendela menggunakan papan. Atap rumah dibuat dari daun enau dengan teknik rangkai-tumpuk. Tapi mengingat daya tahan dan gampang terbakar, sekarang atap daun enau ini diganti atap genteng.

Sambungan kayu pada rumah ulu tidak menggunakan paku, tetapi menggunakan pasak kayu atau bambu, termasuk untuk engsel pintu, dan jendelanya juga masih menggunakan teknik engsel pasak. Mengingat bahan kayu yang saat ini mahal dan langka, sejak tiga dasawarsa terakhir, masyarakat Komering mulai jarang membangun rumah ulu.

Berdasarkan struktur bangunannya, rumah ulu terbagi atas tiga bagian, yakni bagian depan (garang), rumah bagian tengah atau utama (ambin, haluan, dan kakudan) serta rumah bagian belakang (pawon). Bagi masyarakat Komering, rumah tengah atau utama bersifat sakral, sedangkan garang atau pawon bersifat profan sehingga pada pintu depan (rawang balak) dari garang ke haluan, dan juga pada pintu belakang (rawang pawon) dari kakudan ke pawon, konstruksi kusen pintunya dibuat tinggi atau ada langkahan (ngalangkah). Rumah tengah atau utama dibagi menjadi tiga ruang, yaitu ambin atau kamar tidur, haluan, dan kakudan.

Berdasarkan struktur lantai pada rumah ulu, dapat diketahui setiapruang memiliki hierarkis yang ditandai peninggian atau merendahkan lantai ruangannya.

Ambin memiliki kedudukan yang tertingggi (dunia atas), selanjutnya haluan dan kakudan (dunia tengah) serta garang dan pawon (dunia bawah). Untuk lantai haluan sama tinggi dengan lantai kakudan , dan di antara keduanya tidak terdapat dinding.

Berdasarkan hierarki rumah ulu, haluan memiliki tingkatan yang sama dengan kakudan, namun keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Haluan (perempuan) dan kakudan (laki-laki). Sebagai penanda bahwa adanya perbedaan fungsi antara haluan dan kakudanp>, di antara lantai haluan dan kakudan diberi kayu balok panjang yang posisinya melintang, dan di atasnya ada sangai (tiang), sebagai perantara haluan dengan kakudan.

Sedangkan untuk lantai garang dan pawon (dunia bawah) posisinya paling rendah baik dari lantai ambin, haluan, maupun kakudan. Haluan posisinya berada di tengah-tengah rumah ulu, diapit dari arah sebelah laok-darak (barat-timur) dan hulu-liba/hilir (utara-selatan), yakni oleh ambin-kakudan dan garang-pawon.

Ambin (kamar tidur) memiliki kedudukan tertinggi dan suci, sejalan dengan pandangan masyarakat Komering bahwa keluarga harus dijunjung tinggi kesucian dan kehormatannya. Karenanya, dalam struktur rumah ulu, posisi ambin di sebelah laok (barat=arah salat/kiblat).

Haluan adalah perempuan, sedangkan kakudan adalah laki-laki, itulah sebabnya balai pari (lumbung padi = perempuan) posisinya tepat di bawah haluan, dan kandang hewan berada di bawah kakudan (tanduk =laki-laki).

Dalam sebuah acara adat yang disebut Ningkuk, haluan hanya diperuntukkan bagi perempuan dan kakudan tempat laki-laki. Jika ada pemuda yang bertamu ke rumah seorang gadis, si pemuda hanya boleh duduk di kakudan, dan si gadisnya harus berada di haluan. Untuk tamu yang baru dikenal biasanya akan dijamu di garang, sedangkan untuk tamu-tamu yang sudah dikenal baik oleh tuan rumah, biasanya akan dipersilakan masuk dengan melangkah rawang balak (hubungan darah dan mentalitas kelompok atau keluarga).

Dalam upacara adat melamar, ketika pihak keluarga calon besan mempelai laki-laki baru datang, terlebih dahulu mereka akan ditempatkan di garang, setelah menjalani beberapa prosesi, barulah rombongan dapat dipersilakan masuk ke rumah tengah atau utama, dalam hal ini haluan untuk perempuan dan kakudan bagi laki-laki. Demikian pula pada saat akan melangsungkan akad nikah, posisi duduk calon mempelai laki-laki harus di kakudan, sedangkan calon mempelai wanita di haluan. Setelah selesai akad nikah, baru kedua mempelai dipersandingkan di pelaminan yang berada di ruang haluan, posisi atau arah hadap pelaminan tempat kedua mempelai bersanding biasanya ke utara atau hulu.

Dalam rangka turut berpartisipasi untuk mempertahankan budaya asli kumoring, saya pun berinisiatif untuk mengumpulkan istilah/kata/phrase/idiom yang berkaitan dengan istilah kumoring dan menuliskan script programming sederhana untuk mengumpulkan idiom ini, serta menshare aplikasi ini ke groups groups social network suku kumoring, alhamdulillah sudah terkumpul sedikit Glossary kamus kumoring, apabila anda anda yang berminat untuk berkntribusi silahkan isi data di alamat berikut http://unilanet.unila.ac.id/~gigih/kumoring , data terakhir per tanggal 21 November 2011, telah terkumpul ribuan kata/istilah dan telah diterjemahkan dalam bahasa indonesia,

Kumoring Indonesia
abah-abah Barang, perlengkapan (kb)
abal Bebal (ks)
abik-abik Periksa (kk)
aci Turuti, ikuti (perkataan) (kk)
adon-adon Hanya satu-satunya (kkt)
agah Ajak bercanda (untuk anak kecil/bayi) (kk)
agas Nyamuk (kb)
agui (ksr) ‘wah’ (=agai, dialek ds Ulak Baru)
ajak Ikut (kk), ajak, ikutkan
ajuk Tunjuk (kk)
akan-akan Buah cempedak (kb)
akas (1) Kakek (kb); (2) Kakek (panggilan/sebutan) (kg)
akuk Ambil (kk)
alang Alangkah (ksr)
alangga Alangkah (ksr)
ali Cincin (kb)
alih Pindah (kk)
alu Alu (kb)
alus Halus (kkt)
am (awalan) me, mem
ambalingus Melengos (kk)
ambarakbak Menetes (dengan volume lebih besar dari ‘ambarikbik’) sedikit demi sedikit (kket)
ambarikbik Menetes sedikit demi sedikit (kket)
ambarokbok Mengeluarkan/menampakkan gelembung air (kkt)
ambarungbung Berlubang besar sehingga terlihat bagian dalamnya (kkt)
ambarutuk Menggerutu (lihat kata barutuk) (kk)
ambasingut Marah, memberengut (perempuan)
ambatom Mimik muka datar tanpa senyum, memberengut, mimik muka tidak ramah (kkt)
ambin Tempat tidur dari kayu (kb)
ambirik-birik (1) (warna) Menyala (kkt); (2) Terang (kkt)
ambisok-bisok Terisak-isak tanpa suara (kkt)
ambokus-bokus Terisak-isak (kkt)
ambotuk-botuk Marah, memberengut (pada anak kecil) (kkt)
ambulilik Jatuh berguling-guling (kkt; lihat bulilik
amburigik Terlihat/tampak auratnya (kket); lihat burigik
amit Pamit, minta izin (kk)
amon Jika (ksb)
ampoluk Amplop (kb)
an (awalan) me, mem
anai-anai Sejenis serangga (kb)
andi-andian Cerita (kb)
andobah Sst (cair) yang keluar/tumpah sekaligus (kket)
ang (awalan) me, mem
anggabar-gabar Sst (cair) yang keluar/ tumpah (kket)
anggaranang Berbunji seperti (sst) beradu (kkt); lihat garanang
anggarayam-garayam Serasa ada sst yang merayap di tubuh (kkt)
anggiak-giak Banyak sekali, ramai (kkt)
anggilang Mengkilat (kkt)
anggobik-gobik Ramai sekali (kkt)
anggoman Istri (kb)
anggulik Tiduran, berbaring (kk, kkt)
angkik Angkat (kk)
angkinan Baju pengantin (kb)
angot Keadaan kritis (kkt)
anik-anik Umpat (kk)
anjak Geser (kk)
anjaladara Tidak bisa dinasehati, suka-suka sendiri (kkt)
anjomut Tersenyum dikulum (kk); lihat jomut
anjongik Tersenyum dikulum (kk); lihat jongik
anjungkolang Pergi cepat dari suatu tempat (kkt)
anjuringking Hampir terjatuh (kkt); lihat juringking
anyang Tawar (kk)
api Apa (kt)
apui Api (kb)
ari Tiang penyangga rumah (panggung) (kb)
asak Kalau; asalkan (ksb)
asang Insang (kb)
asom Asam (kb)
asu Anjing (kb)
asuq Hasut (kk)
ayot Pijit (kk)
babai Gendong di punggung (kk)
baban Hantaran (kb), –bu baban = memberi hantaran
babaran Kain panjang (kb)
bacar Supel (ks)
bada ?, –mak bada-bada = tidak terjadi apa-apa, –api badana … = apa salahnya jika …
bagol Pukul (kk)
bahan Bersin (kkt)
bahari (1) Kuno (kkt); (2) Dahulu (kkt)
bahing Robek di pinggir (kkt)
bahom Gigit dengan mulut terbuka lebar (kk)
bahom Makan dengan rakus (kkt)
bai Perempuan, wanita (kkt)
baibai Wanita yang sudah menikah (kkt)
baibai ngamuk Sejenis makanan yang terbuat dari bahan pisang dan beras ketan (kb)
bajang ulung Babi hutan (kb)
bak Karena (ksb)
baka Wadah (kb)
baka habu rukuk Asbak (kb)
bakah Ternyata (ksb)
bakahna Ternyata (ksb)
bakak Akar (kb)
bakas Laki-laki (kkt); kakek (kb)
bakbak bolong besar, contoh konteks handuk, jika sudah robek/bolong lebih dari 50 persen , kita katakan bakbak
bakbak Lecet (kkt)
bakbu Keadaan hampir penuh, terisi lebih dari setengah (kkt)
bakna Kenapa; mengapa (kt)
bakul Bakul (kb)
balah Bertengkar (kk)
balak Besar (ks)
balang Belalang (kb)
bala’ Bencana (kb)
balbal Merumput di sawah (kk)
balbul Timbul tenggelam (kkt)
bali Ulang (kkt)
balida Ikan Belida (kb)
balik Balik (kk)
baliko’ Belikat (kb)
baliwah Buah belewah (kb)
balokbok Bentul-bentul pada tubuh akibat digigit serangga (kkt)
balotbot Telan bulat-bulat (kk)
balubur Tempatkan dalam satu wadah/tempat, tidak dipisah-pisah (kkt)
balun Kain kafan (kb)
balur Ikan asin (kb)
bancah Bersihkan dari rumput atau gulma (kk)
banci Tapak kijang, sejenis alat …….(kb)
bancong Terang terang (kkt)
bancuh Siram dengan air secara merata (kk)
bandang (berwarna) merah sekali (kkt)
bang Azan (kk)
bang-bong Kentut (dengan suara keras) terus menerus (kkt)
bangak Tidak sedap dipandang/dilihat (kkt)
bangbang Bawa lari (kk)
bangik Enak (kkt)
bangkang Kosong (kkt)
bangking Kosong (kkt)
bangkirai Alat utk menangkap ikan (kb)
banguk Mulut (kb)
barancah Ramah (ks)
barani Berani (ks)
barbur Menghambur-hamburkan sst (kk, kkt)
barih (yang) lain (kkt)
barikbik Sst (cair) yang keluar sedikit demi sedikit (kket)
barob Saudara ibu, bude (kg)
barokbok Gelembung udara dalam air (kket)
barong Bareng, bersama-sama (kkt)
barungbung Lubang besar (kkt)
barusbus Bobol, jebol (kkt)
barutuk Gerutu (kb, kkt)
baru’ Sabut kelapa (kb)
basa (1) Bahasa (kb); (2) Kalau (ksb)
basau Bagian perut di bawah pusar (kb)
basbus Membuang barang atau berkata-kata scr sembarangan (kkt)
basi Wadah/tempat nasi (kb)
basing Sembarangan (kkt)
basingna Sembarangan saja (kkt)
basoh Basah (kkt)
basu Semacam mangkuk besar terbuat dari tanah (kb)
basuh Cuci; basuh (kk)
batang Terka; tebak (kk)
batang ari Sungai (kb)
batbut Kentut (suara kecil) terus menerus (kkt)
batok Ajak; ikutsertakan (kk)
batoq Hamil (kkt)
bawak Kulit (kb)
bawok Besar (ks)
bawong Ikan baung (kb)
baya (1) Hidup (utk api) (kkt); (2) Menyala (kkt)
baya-baya Bara api (kb)
bayan Bibi/uwak (kg)
bayoh Bengkak (kkt)
bayu Basi (kkt)
biak Berat (kkt)
bias Beras (kb)
bida Beda (kkt)
bidi Lakukan dengan terpaksa (kk)
bido Beda (kkt)
bigar Mekar/membesar karena terendam air (kkt)
bigoro Sejenis makanan (kb)
bihak Terbelah (kayu atau sst) (kkt)
bihing ?
bihngom Pipi (kb)
bija Bagi (kk)
bijak Cerdas (ks)
bikad Bekas luka (kb)
bikbik Mencari, menyelidik (kk)
bikil Benjol, tidak rata/mulus (kkt);–kabikil-bikil= berbenjol-benjol
bilah Belahan kecil kayu/bambu (kb)
bilang Hitung (kk)
bilau Juling (kkt)
bilaumanjau Keadaan juling yang terlihat sesekali (kkt)
bilayi Bahaya (kkt)
bilayi Bahaya (kkt)
biler Juling (kkt)
bilong Juling (kkt)
biluah Panu (kb)
bilug Belok (kkt)
bilugan Belokan, tikungan (kkt)
bingi Malam (kkt)
bingka Makanan yang terbuat dari pisang dan terigu (kb)
binjai Sejenis buah (kb)
binsin Bensin (kb)
binting Benteng (kb)
bintok Flu, pilek (kkt)
bintor Betis (kb)
bintung Telanjang (kkt)
binyut Keadaan miring (kkt)
bipang Sejenis makanan terbuat dari ketan (kb)
birbir Bibir (kb)
bisir Terus menerus buang air kecil, beser (kkt)
bitah Remah nasi (kb)
biting Penjepit (daun) terbuat dari lidi (kb)
bituahna Untungnya (kkt)
biyong Kempot (kaleng), berubah bentuk karena terantuk atau terjatuh (kkt)
bobah ? —susuh bobah
bobor Kain gordeyn (kb)
bocai Ramai, hiruk pikuk (kkt)
bocau Kacau (kkt)
bodah Sobek/robek besar (kkt)
bodak Bedak (kb)
bodang Lempar/timpuk sst pada sasaran tertentu, menggunakan alat/sst yang bentuknya panjang (kk)
bodar Mekar/membesar karena terendam air (kkt)
bodil Buka secara paksa (kk)
bodug Beduk (kb)
bodung Popok bayi (kb)
bogaq Minum dengan sekali tenggak (kkt)
bogig Cekek (kk)
bogi’ Buka (kk), terbuka (kkt)
bohboh Berlebihan (kkt)
boji Benci (ks)
boka Terbuka; pecah (kkt)
bokas Lepas; meledak (kkt)
bokbok Makan (bahasa kasar) (kk)
bokbu Dangkal (air) (kkt)
boku Beku (kkt)
bol Bola (kb)
bola Habis (kkt)
bolah Belah (kk, kkt)
bolai Betapa (ks); belai (kk)
bolang Belang (kkt)
bolang-bolus Menangis terisak (kk)
bolau Blau (kkt)
bola’ Jilat (kk)
bolbol Kotoran (manusia) yang keras (kkt)
boli Beli (kk)
bolik Belit (kk)
boling Belang (kkt)
bolit Belit (kk, kkt)
bonang Benang (kkt)
bonas Cepat; cepat; kena (kkt)
bong-bong Terlihat (dari arah belakang) auratnya (kkt)
bongkol Makanan terbuat dari ketan dan kelapa (kb)
bongkor Bando, bandana (kb)
boning Popok bayi (kb)
borak Lebar (kkt)
bori Beri jalan (kkt)
borok Basah (kkt)
borsih Bersih (kkt)
boruh Tumpah (kkt)
boru’ Sejenis kera/monyet (kkt)
bosi Besi; pisau (kb)
bosi barani Besi berani, magnet (kb)
bosok Gonggong (anjing) (kk)
botat Terkena sst (sst yang mengayun) (kkt)
botit Tembak/sentil (menggunakan jari tangan/karet) (kk)
botoh Lapar (kkt)
botong Kenyang (kkt)
botu Pukul (dengan menggunakan alat) (kk)
botuk Sejenis ikan (kb)
botus Pecah (kkt)
bo’-bo’ Tumbuk halus (kk)
bu (awalan) ber
bubatok Sedekah/perayaan saat panen (kkt)
bubu Alat menangkap ikan berbentuk bulat panjang (kb)
bubuh Tambah (kkt)
bubuk Pecahan halus kayu (kb)
bubuka (1) Berbuka (puasa) (kkt); (2) Lebaran (kkt)
bubung Naik, melayang (kkt)
bubungan Atap (kb)
bucu Sudut (kkt)
budangkang Jatuh tertelentang (kkt)
budi Kecoh (kk)
budol Gempal (kkt)
bugabut Sibuk (kk)
bugawoh Hanya (kkt)
buha Buaya (kb)
buhak Sobek/robek besar (kkt)
buhung Bohong (kkt)
bujurak (bujukha’) bergerak
buk-buk Masak (kb)
bukacambur Menjatuhkan diri ke air (kk)
bukayar Bercerita (kk)
bukila Makan bersama (kk, kkt)
bukimbang Berjalan melenggang (kkt)
bukit-kit (mem) Bersihkan dari kotoran (kk); lihat kit-kit
buku (1) Buku (kb); (2) Ruas (kb)
bulalak (1) Belalak (kkt); (2) Jatuh terjengkang (kkt)
bulbul Bakar (kb)
bulilik Sst (berbentuk bulat-panjang) yang jatuh terguling-guling (kkt)
bulimasak Sejenis permainan (kb)
bulor Keadaan mata yang bulatan hitamnya tertutup sst/penyakit berwarna putih(kkt)
bulot Belit (kkt)
bulo’ Keruh (kkt)
buluh Bambu (kb)
bulung Daun (kb)
bung Tempat mandi/buang air di sungai (kb)
bungah Bangga (kkt)
bungkal Satu (kkt)
bungkang Kenyang (karena air) (kkt)
bungka’ Congkak; sombong (ks)
buntak Pendek (kkt)
buntal Sejenis ikan (kb)
buntal-buntalan Merinding karena dingin (kkt)
buntang Buntang (kb)
buntolan Buntelan (kb)
bunyi Istilah untuk menyataan rasa tidak percaya (ksr), = masak sih?
buok Rambut (kb)
burak Jelek; gampang patah/robek karena sudah tua (kkt)
burbur Berikan (makanan pd binatang) dgn cara dilempar menyebar atau ditebar (kk)
buri Belakang (kkt)
burigik Tampak/terlihat auratnya (kkt)
buri’ Tidak sendirian, berteman (kkt)
buroh Busa (kb)
busumbai Mandi seraya mencelupkan kepala ke air (kk); lihat kata sumbai
butaba Berjalan dalam gelap (tanpa penerangan) (kkt)
butong Marah (kkt)
butuah Bertuah, beruntung (kkt), lihat kata tuah
butul Bentul, benjolan (kb)
buya Cape (kb)
buyan Bodoh (ks)
Buyan jak Manyutsut Sebuah ungkapan, menyatakan tingkat kebodohan seseorang yang sangat teramat parah, lebih parah dari hewan Manyutsut
buyu Usir (utk binatang) (kk)
bu’-bu’ Pukul menggunakan sst (kk)
cabi Cabe (kb)
cabulik Nakal (ks)
cacap Siramkan (menggunakan tangan) di kepala (kk)
cadang Rusak (kkt)
cagil Nakal (ks)
cagut Renggut , tarik (kk)
cakak Naik (kk)
cakbarat Umpama (ksb)
cakik Cacah sedikit (kkt)
calak Cerdas (ks)
calana Celana (kb)
calcul Keluar masuk (kkt)
caluk Terasi (kb)
calumpuk Tumpuk (kk, kkt)
cambir Sobek/robek di beberapa tempat (kkt)
cambong Sobek/robek besar di beberapa tempat (kkt)
cambur Jatuh ke air (kkt); lihat bukacambur
campah Hambar, tanpa rasa (kkt)
candung Pisau besar (kb)
cangcang Angkat (kk)
cangcangluk Sejenis permainan (kb)
canggah Cucu (kb)
cangking Bawa (menggunakan tangan) (kk)
cangkolak Tangkap (sst) pada bagian lehernya (kkt)
cangkolang berlari (berjalan kencang)(kk)
cangkuk Ambil sedikit-sedikit di beberapa tempat (kk)
cangkuk bolak Makan sedikit-sedikit dari beberapa tempat (kk)
cangkul Cangkul (kb)
cantik Ambil (menggunakan jari tangan) (kk)
cantu Tanggung, kurang pas (kkt)
capcap Cacah (menggunakan pisau) (kk)
capit Jepit (kk)
carakcak Tetes (air/cairan) sedikit (kb,kk)
carangcang Lubang kecil (kkt)
carapcap Tetes, menetes (air) (kk, kkt)
carcir Memancar (cairan) beberapa kali (kket); lihat carcur
carcur Memancar (cairan) beberapa kali (dalam volume yang lebih besar daripada ‘carcir’ (kket)
carikcik Tetes, menetes (kkt)
carom Biasa; umum (kkt)
carupcup ? (kb)
catuk Pukul/ketok menggunakan tulang jari tangan (kk)
cawa Kata (kb, kk)
cicip Cicip, coba rasanya (kk)
cigau Jangkau/ambil (menggunakan tangan) sst (yang posisinya tidak tinggi) (kk); lihat bedanya dengan cogau
cilau-bolau Penuh warna, warna-warni (konotasi negatif/tidak sedap dipandang) (kkt)
cindo Cantik; bagus (kkt)
cingkang balingkang Tidak teratur, tidak tersusun rapi (kkt)
ciri Tanda (kb)
cirik Teko (kb)
cit Cat (kb,kk)
citak Cetak (kk)
cogau Ambil (menggunakan tangan) (kk)
cokah Tengkar (kk)
cokang Keras/kencang (suara) (kkt)
cokcok Tegak berdiri (kkt)
cokik Cekek (kk)
cokol Pegang (kk)
cokur Sejenis bumbu utk memasak (kb)
cola Cela (kk)
colah Celah (kkt)
colbok Kempot, berlekuk karena tertekan sst (kkt)
colih Pintar, cerdas (ks)
colok Celak mata (kb)
colop Celup (kk)
coluk Ambil dgn cara menjulurkan tangan melalui lubang/ ruang kecil (kk)
colup Celup (kk)
congil Jahil (ks)
congki Jelas (ksr)
congkih Cengkeh (kb)
congul Keluarkan (kepala) melalui lubang/jendela (kkt)
copot Cepat (ks)
corai Cerai (kkt)
corlang Cemerlang (kkt)
corlung Lekuk yang dalam (kkt)
cormin Buah ceremai (kb)
corok Siram (kk)
cotang (1) Tebak (kk); (2) Undian (kb)
cotok Ingat (kkt)
cotuk Patuk (kk)
cubol Alat untuk menanam padi (kb)
cucuk (1) Tusuk (kk); (2) Sundul (kb)
cucup Minum, hisap dari wadahnya (kk)
cugak kecewa (kkt)
cukcuk Tusuk (kk)
cuko Cuka (kb)
culangkik Pemarah (ks)
culas Culas (ks)
culcul Ulurkan/keluarkan (sst) melalui lubang kecil (kkt)
culik Senggol menggunakan tangan, pegang (kk)
culingan Celengan, tabungan (kb)
culuk (1) Tunjuk (kk); (2) Telunjuk (kb)
cumbar-cambir Sobek/robek di beberapa tempat (kkt)
cumpuk Tumpuk (kkt)
cumuk Celupkan tangan/sst yang belum tentu bersih ke dalam wadah/makanan (kk)
cung-cung (mem) balik untuk mengeluarkan isinya (kk)
cunggiring Miring (kkt)
cungkil Congkel (kk)
cuping Telinga (kb)
cupu Manguk kecil-kecil (kb)
curak Corak (kkt)
curcur Ulurkan (sst) melalui lubang kecil (kkt)
curit Coret (kk)
curita Cerita (kb)
cutang Letak sst yang tidak teratur, tidak rapi (kkt)
cutik Sedikit (kkt)
dak-dak Basah (kkt)
dak-dak botak Basah kuyup (kkt)
dakok Dekap, peluk (kk)
dalu Larut (kkt)
dampol Tampal, sumbat (kk)
dandan (1) Perbaiki (kk); (2) Rias (kk)
dang Jangan (ksr)
dangkak-dangkak Terbata-bata, tertatih-tatih (kkt)
dangkal Mentah (buah) (kkt)
dangkung Jangan (ksr)
dapok Boleh, dapat (kkt)
dardar Lembek, berair (kkt)
dasor Dasar, bagian bawah (kb); lihat tidasor
di Pada (kkt tmpt)
dibi Sore (kkt)
dipa Dimana (kt)
dogot Telan (kk)
dok Punya, milik (kkt)
dok-dok Ambil (dari tanah/lantai) (kk)
dom-dom Turun panasnya (utk demam) (kkt)
dompit (11) Tas besar, koper (kb); (2) Dompet (kb)
dongi Dengar (kk)
dongki Dengki, iri (ks)
doros Deras (kkt)
dudo Di sana (kkt tmpt)
dudu Panggil (kk)
duduk parkara Duduk perkara (kb)
durdur Kendor (kkt)
forda sama saja, sama dengan, sama, sebanding, contoh Gigih Forda Nama, artinya Gigih Sama seperti Namanya.
ga (1) Akan, hendak (kkt) à diletakkan di depan kata kerja yang akan dilakukan, contoh ga mongan (hendak makan); ga bugawi (hendak bekerja); (2) terlalu (kkt)à diletakkan dibelakang kata yang diterangkan, contoh nambun ga (terlalu banyak); balak ga (terlalu besar); jawoh ga (terlalu jauh).
ga gukpa
gagal Nakal (ks)
gaigai Bersisir (kk)
gajih (1) Gaji/upah (kb); (2) Lemak (kb)
galah Leher (kb)
galang Tunjang/hadang menggunakan kayu (kkt)
galigian Merinding (kkt)
galing Tidak stabil; labil (kkt)
galingging Sudut tajam sst benda (kkt)
galodag Lantai/ubin dari papan (kkt)
galu Aduk (kk)
galupah Ketek (kb)
gambar Photo, gambar (kb)
gambir Getah gambir (kb)
gampit Jepit (kk)
gancang Cepat (kkt)
ganta Sekarang (kkt wkt)
gantip Jepit (kk)
garabak Jatuh (bnd relatif kecil, atau bentuk cairan) (kkt); lihat gumarabak
garak ketam, kepiting (kb)
garanang Bunji (sst) beradu (kkt); lihat gumaranang
garang Serambi rumah (kb)
garing Garing (kkt)
garintung (ber) gelantung (kk)
garubak Gerobak (kb)
garubuk Lemari (kb)
garubus Ceroboh (ks)
gawi Kerja, pekerjaan (kb)
gayak Pisahkan (kk)
ga’ga’ Benturkan (kk)
giak-giuran Sudah tak gagah lagi (karena sudah tua) (kkt)
giar Cacing kermi (kb)
giaran Cacingan (kermi) (kkt)
gidir Panci (kb)
gigik Gigit (kk)
giluh Goyang (kkt)
gimir Takut (kkt)
ginjir Genjer (kb)
ginyak Basah, becek (kkt)
girak Serak/pisahkan (kkt)
girik Haluskan (kk)
giring Miring (kkt)
giring gincing Miring-miring (kkt)
girit Bawa dengan cara diseret (kk)
gisil Senggol menggunakan tubuh, gesek (kkt)
gisir Geser (kk)
gisur Haluskan, giling, gerus (kk)
gisuran Gilingan (kb)
gituk Senggol (kkt)
gobuk Gebuk, pukul (kk)
godah Nama pisang, gedah (kb)
godung Gedung (kb)
godur Gedor (kk)
gogor Geluduk, suara petir (kb)
gok-gok Makan (bahasa kasar) (kk, kkt)
gol-gol Pukul (kk)
golang Gelang (kb)
golap Gelap (kkt); petir (kb)
golar Nama (kb)
goli Geli (kkt)
golom Suka (kkt)
golong Cacing (kb)
golpung Tepung (kb)
goluk Toples (kb)
golung miring Tetangga (kb)
gompa Gempa (kkt)
gompang Injak dengan keras dan cepat (kk)
gompar Gempar (kkt)
gomuk Gemuk (kkt)
gomuk lipuk Gemuk sekali (kkt)
goncang Injak dengan keras dan cepat (kk)
gonok (1) Genap (kkt); (2) Cukup (kkt)
gonop Genap (kkt)
gonti Ganti (kk)
gonting Genteng (kb)
gonuk Guci (kb)
goping Gepeng (kkt)
gopung Serbu (kk)
gorba Gembur, besar tapi tidak padat (kkt)
goring Suka (kkt)
gorman (gigi) Geraham (kb)
gorpu Garpu (kb)
gorut Kaya (kkt)
gotah (1) Getah (kb); (2) Kapak (kk)
gotas Potong padi, panen (kk)
goti Suka akan (kkt)
gotok-gotok Belum masak; setengah matang (untuk nasi) (kkt)
gotong Ikat pinggang; sabuk (kb)
guai Buat (kk)
gudu Botol (kb)
guk Ke (kkt tmpt) Kemana(kt)
guk pa Kemana (kt)
gula pucung Gula merah, gula aren (kb)
gulig Baring, berbaring (kk, kkt)
guling bubu Jatuh (bnd bentuk pajang) terguling-guling (kkt)
gumak Makanan terbuat dr tepung ketan yg disiram gula (kb)
gumalamparan Bertebaran dimana-mana (kkt)
gumalupgup Berdebar-debar (hati), gugup (kkt)
gumarabak Jatuh (bnd relatif kecil, atau bentuk cairan) susul menyusul (kkt); lihat garabak
gumaranang Bunji (sst) beradu susul-menyusul (kkt); lihat garanang
gumaribik Jatuh (bnd relatif besar) susul menyusul (kkt); lihat garibik
gumarilik Jatuh (benda bentuk bulat-panjang) yang jumlahnya lebih dari satu (kkt); lihat gurilik
gumariling Jatuh (benda bentuk bulat) yang jumlahnya lebih dari satu (kkt); lihat guriling
gumariluk Keadaan orang/sst yang tinggal beberapa dari jumlah yang sebelumnya banyak (kkt)
gumarintung Bergelantungan (sst yang jumlahnya banyak)(kkt); lihat garintung
gumarintungan Bergelantungan (sst yang jumlahnya banyak)(kkt); lihat garintung
gumarokgok Gemuruh susul menyusul (kkt)
gumarokngok Serasa sakit di seluruh tubuh
gumiak Banyak sekali (kkt)
gumotor Gemetar (kkt)
guncang Goncang (kkt)
gundang Ekor (kb)
gunil Anting (kb)
gurak Acak (kk)
guralik Geletak, baring (kkt)
gurau Main (kk)
gurilik Jatuh (benda bentuk bulat-panjang) (kkt)
guriling Jatuh (benda bentuk bulat) (kkt)
guring Goreng (kk)
gusuk Kusut (kkt)
guyah Goyah (kk, kkt)
guyak Acak, aduk (kk)
guyang Goyang (kk, kkt)
guyur Dikerjakan sedikit demi sedikit (kk)
haga mau
hai-hai Sampah (kb)
halai Nama ejekan (kb)
halau Usir (kk)
halau-halau Lari, berlari (kk)
halimawong Harimau (kb)
halimpuru Pusaran rambut (kb)
halimumur Ketombe (kb)
halinu Bayangan (kb)
halipu Gondang, siput air (kb)
halok Barangkali, mungkin (ksb)
halom Hitam (kkt)
halotok Air ludah (kb)
halu Temu (kk)
haluan (1) Depan (kkt); (2) Ruang tidur (kkt tmpt)
hambuak Debu (kb)
hampang Ringan (kkt)
hampuk Cela (kb, kk)
hampura Mohon maaf (kkt)
hana-hana Hanya (ksb)
hanau Daun pohon aren (kb)
hancing (bau) Pesing (kkt)
handak Putih (kkt)
handak mata Kecewa (kkt)
handop Hangat (kkt)
handopan Di depan (kkt tmpt)
hangam (1) Bingung (kkt), (2) Tak sabar lagi (kkt)
hangir Amis (kkt)
hangit Angit, bau terbakar (kkt)
hangnus Asap hitam (kb)
hangsor Bau ketek (kkt)
hangut Hangus (kkt)
hantuk Jadi (kkt)
hantulogu Sejenis binatang yg dpt mengeluarkan bau busuk (kb)
hanyuk Hanyut, terbawa arus (kkt)
hapa Hampa; tanpa isi (kkt)
hapik Apit (kkt)
hapok Berbau tak sedap (kkt)
haporu Empedu (kb)
harani (1) Hari (kb); (2) Siang hari (kkt)
harisan Sungai kecil, kali (kb)
harong Arang (kb)
hasin Asin (rasa) (kkt)
hasok Asap (kb)
hatang Hadang (kkt)
hati hampang Paru-paru (kb)
hati pungu Telapak tangan (kb)
hatok Atap (kb)
hatolui Telur (kb)(=tohlui, dialek ds Ulak Baru dan Cempaka)
hau-hau Membuang sst yang sebenarnya masih bisa digunakan (??)
hawak Rakus (ks)
hawor Aduk, campur (kk)
hawos Haus (kkt)
hayak Hadap, hadapi (kk)
hayom (sayur) bayam (kb)
hidong Tahi lalat (kb)
hindang Giring (kk, kkt)
hindi Mengandalkan orang lain (kkt)
hindik Nama ikan (kb)
hindil Menyentuh, menyenggol (kkt); lihat ngahindil
hingan Rimbun, subur (kkt)
hinggos Mengunyah (beras) (kk)
hingsor Giling/haluskan (kk)
hiok Batuk (kb),– mahiok=batuk (kkt)
hipur Duduk bersila (di lantai) (kkt); lihat ngahipur
hiras Sejenis ulat bulu (kb)
hiris Iris (kk)
hirus Hirup (utk kuah) (kk)
hisop Hisap (kk)
hiting Keringat (kb)
hitingan himburan Keringat bercucuran deras (kkt)
hitingan ngison Keringat dingin (kkt)
hitu Nama sejenis ikan (kb)
hiwang Tangis (kb), –miwang=menangis(kk)
hobor Giring, arahkan (kkt)
hodak (1) Sembuh (kkt); (2) Jangan (kkt)
hojong Duduk (kkt)
hojong cuk-cuk Duduk jongkok (kkt)
holau Bagus (kkt)
holhol Bisul (kb),– holholan=bisulan (kkt)
holpuk Duduk terkapar (kkt)
holu Alu (kb)
hombak-hombul Tersembul di sana-sini (tetapi benda yang tersembul tak terlihat) (kkt); lihat honcak-honcul
hombul Timbul, tersembul (kkt)
hombus Hembus (kk)
hona Duluan (kkt)
honak Sisik (kb)
honcak-honcul Tersembul di sana-sini (benda yang tersembul terlihat jelas) (kkt); lihat hombak hombul
honcop Tancap (kk)
honcul Timbul, tersembul (kkt)
hondus Endus (kk)
hongas Napas (kb)
hongon Sepi (kkt)
honi (1) Pasir (kb); (2) Amis (kkt)
honing (1) Bening (air) (kkt); (2) Sejahtera (kkt)
hontak Hentak (kkt)
hontok Sediakan (kk)
hontuk Hentak (kk, kkt)
honyong (1) Pusing (kkt); (2) Berputar-putar (kkt)
hopur Bekerja tanpa istirahat/tak berkesudahan (kkt)
hordeng Gordeyn (kb)
hornang Nama sejenis sayur/ daun kacang panjang (kb)
hornang hornus Gerasa-gerusu, tidak rapi dan berlepotan sana-sini (kkt)
horop Iris (kk)
horum Harum (kkt)
horup Serbu (kkt)
horup Keroyok (kk)
hota Di/memburu-buru (kk)
hotuk Kentut (kb)
hotuk turui Peribahasa yang berarti tanpa disadari/tanpa berarti apa-apa, asal saja (kkt)
huban Uban (kb)
hubi Ubi (kb)
hujau Hijau (kkt)
hulor Ulat (kb)
hulu Kepala (kb)
humbak jatuh, jerembab (kkt)
humpas hempas, jatuh (kkt)
humpol Sempal (kk)
huok Sekam, kotoran kulit padi (kb)
huon Perhatikan, urus (kk)
hurang Udang (kb)
huras Ampas (kb)
huri Belakang (kkt tmpt)
hurik Hidup (kkt)
hurung (1) Nama sayur (kb); (2) Pelihara/tunggu sampai siap (kk)
husai Selesai, beres (kkt)
huwang Kejut (kkt); lihat tihuwang
huwong Bau tak sedap (kkt)
huyok Capek, letih, sengsara (kkt)
ibor Masak (kkt)
ibot Bekal (kb)
icak-icak Pura-pura (kkt)
idan Kapan (kt)
ijak-ijak (1) Pedal (kb); (2) Belajar jalan (kkt)
ijan Tangga (kb)
ikar Kelereng (kb)
ikol Ikal (kkt)
ilik Injak (kb)
ilui Iler, air ludah (kb)
ilun Biarkan (kkt)
imbir Ember (kb)
imbun Embun (kb)
impik-impik Pempek (nm sejenis makanan khas Palembang) (kb)
indok Ibu (kg)
indom Teduh (kkt)
indoman tempat berteduh, tempat bernaung
ingguk Goyang (kk, kkt)
ingi Bermalam
ingkul Engkol (kb, kk)
ingkut Pincang (kkt); ingkut-ingkut=terpincang-pincang
ingok Ingat (kk)
ingok-ingok Ingat-ingat, Sadari (kk)
ingu Ingus (kb)
ingun Pelihara (kk)
inih-inih Meskipun hanya (?)
inipi Mimpi (kb)
injak Angkat (kk)
inotum pepes (kb)
intar Antar (kk)
inum Minum (kk)
ipi Mimpi (kb)
ipon Gigi (kb)
ipos Kecoak (kb)
irak Harapan, keinginan (kk, kkt)
iram Harap, damba, rindu (kk, kkt)
irit Bawa dengan cara diseret (kk)
iruk Jaga, pelihara (kk)
irung Hidung (kb)
is Es (kb)
is bun-bun Permen (kb)
isau Usus (kb)
isi Biji; isi (kb)
ising Buang air besar (kk)
isit Ambil/gunakan sedikit demi sedikit (kk)
iskan Ceret (kb)
isot Terjulur menyentuh tanah (kkt)
ista (ukuran) hasta (kkt)
ita-ita Bujukan/nyanyian bagi bayi/anak kecil untuk menyatakan kasih sayang (kkt); lihat ngita-ita
iwak Ikan (kb)
iyoh Air kencing/seni (kb)
iyot Ikut (kkt)
iyu Ya (kkt)
jabalkab Istilah untuk (menyatakan ) tempat antah berantah (kb)
jaguk Ayam jantan (kb)
jah-jah Siram (kk)
jajak Tunjukkan (kk)
jajal Coba (kk)
jajungkung Sejenis makanan (jongkong) (kb)
jak Dari (kkt tmpt)
jako Sini (kkt tmpt)
jalak Dubur (kb)
jalak Pantat (kb)
jalir-jalir Capung (kb)
jaljal Injak-injak (kk)
jalujur Jelujur; jahit (kk)
jambag Sejenis sayur (kb)
jambangan Tempat/wadah air atau bunga (kb)
jambolah Ide (kb)
jambolahan Ide (kb)
jamot Simpan (kk)
jamotan Simpanan (kb)
jandilo Jendela (kb)
jangguk Jenggot (kb)
jarau-jarau Kisi-kisi (kb)
jaring Jaring (kb, kk)
jarjar Susun scr berjajar (kk)
jarumus Jerumus (kkt)
jawoh Jauh (kkt)
jaya Ini (kkt tmpt)
jimat Jimat (kb)
jinggut Syukur, kata seru yang menunjukkan rasa senang atas penderitaan org lain
jirjir Siram sedikit demi sedikit (kk)
jogil Senyum sedikit (kkt); lihat tijogil
Jogol Cengang, terpesona (kkt)
joh pagi Besok (kkt)
jojok Turun ke air (kk)
jojor Dorong (kk)
jokjok Tekan-tekan (kk)
jol-jol humpol Masuk (brng) ke sst tempat scr tdk beraturan (kkt)
jolit Mendelik, melotot (kk)
joljol Masukkan sst brng ke sst tempat scr tdk beraturan (kk)
jolma Orang (kb)
jomoh Nanti; kelak (kkt)
jomut Senyum dikulum (kk, kkt); lihat anjomut
jona Tadi (kkt)
jongik senyum dikulum (kk, kkt); lihat anjongik
jonguk Lihat; datangi (kk)
jopang Jepang (kb)
jora Jera (kkt)
joring Jengkol (kb)
jorkap Jerembab (kkt)
jormak Jerembab (kkt)
juayak Jerawat (kb)
jubur Dubur, anus (kb)
judu Jodoh (kb)
juga Saja (ksb)
juhngur Mulut binatang (kb)
jujul Terlalu panjang (kkt)
jujung Dorong (kk, kkt)
juk Seperti (ksb)
juk sipa Bagaimana (kt)
juki Beri (kk, kkt)
jukuk Rumput,–anjukuk=merumput (kk)
julak Dorong agar jatuh (kk)
juljul Jolok (kkt)
julung-julung Nama sejenis ikan (kb)
julur Julur (kk, kkt)
jumahat Hari jum’at (kkt)
jumaja Gentayangan (kkt)
jumpuk Secengkaman tangan (kkt)
jungkak Jatuh ke belakang (kkt)
jungkak puak Jatuh terjungkir balik (kkt)
jungkik Jungkit, jungkir (kkt)
jungkik palangkik Jungkir balik (kkt)
jungkol Jungkal (kkt)
jurahngop Jatuh ke depan, jerembab (kkt)
jurak Balik (kkt); ti jurak = terbalik
jurambah Jembatan (kb)
juringking Jatuh miring Ide (kb); lihat anjuringking
kabayak Kebaya (kb)
kabayan Pengantin (kb)
kabok Emosional, gampang marah (ks)
kacah Selalu, sering (kkt)
kacai Lepas (kk),–kacai ko = lepaskan
kacak Acak (kk)
kacik Telat, terlambat (kkt)
kacilcil Tengkuk (kb)
kaco Kaca (kb)
kadiruh Kedodoran (kkt),–ti kadiruh=kedodoran
kadohkoh Tegun, tertegun (kkt)
kadugok Ngantuk (kkt)
kaduhduh Kedodoran (kkt) ,–ti kaduhduh=kedodoran
kadungdung Kedondong (kb)
kadungdung undan Kedondong hutan (kb)
kaduq Enak, lezat (kkt)
kagurau Mainan (kb)
kah-kah Pukul berulang di bagian kepala (kk)
kah-koh (berkata-kata) kasar (kkt)
kahlin Ketulangan (kkt)
Kahuok-huok Berangasan, selalu marah (ks)
kahwin Kawin (kk)
kai-kai Kais (biasanya utk mencari sst) (kk)
kailang Nama binatang melata (kb)
kairawan Kondangan, menghadiri undangan (kk)
kajal Injak menggunakan tumit (kkt)
kajikjik Mencret (kkt)
kajuju Justru (ksb)
kakatak Gelembung udara pada ikan (kb)
kakudan Tempat/kamar tidur (kb)
kalabai Ayam betina (kb)
kalang Nama sejenis ikan (kb)
kalangan Pasar kecil/dadakan (kb)
kalidung-dung Kerudung (kb)
kalik Ribet (kkt), berbelit-belit (kkt)
kaliluang Kelelawar (kb)
kalimpu Jempol (kb)
kalimuat Kotoran gigi (kb)
kaling Kaleng (kb)
kalombus Balon (kb)
kalopit Dompet (kb)
kaluhkuhan Kentongan (kb)
kaluk Pincang (kkt)
kalung Kalung (kb)
kalupkup Kelopak (mata) (kb)
kamah Kotor (kkt)
kamanduk Buah labu muda (kb)
kamayangan Syukurlah, kata seru utk menyatakan rasa senang
kambang Kolam; apung (kb)
kambiluk Kerdil (kkt)
kambolonan Tersedak (kkt)
kamija Kemeja (kb)
kamincak Katak (kb)
kaminyong Mimik muka mengernyit karena merasa sakit atau karena makan/merasakan sst yang asam (kkt)
kampolang Kempelang (kb)
kan Nasi (kb)
kanahan Kelihatan (kkt)
kanca Teman (kb)
kancing (1) Tutup (kk); (2) Kancing (kb)
kancong (1) Cepat (ks); (2) Jauh (kkt)
kandang Pagar (kb)
kang-kang Terbuka lebar (kkt)
kang-kang kiap Terbuka lebar (kkt)
kanian Makanan (kb)
kanik Makan (kk)
kanjot Kejut (kkt)
kanok Lihat, tatap lekat-lekat (kk)
kantik
kantik kawan, sahabat, teman (kb)
kap-kap Terbuka lebar (kkt)
kapak Kapak, potong/belah menggunakan parang/pisau besar
kapalangan Terlalu sedikit (kkt)
kapiawat (malaria?)
kapuk Tertutup, buntu (lubang) (kkt)
kapulongan Kebingungan (kkt)
kar-kar Kais (kk)
kara Keterlaluan (kkt)
karanjang Keranjang (kb)
kari (1) Siap sedia (kkt), (2) Hampir (kkt)
karihing Sejenis nyamuk kecil, agas (kb)
karindangan Pacar, tunangan (kb)
karipik Keripik (kb)
karit Karet (kb)
karito Sepeda (kb)
karok-kok Peluk (kk)
karuhan Keruan, jelas (kkt)
karuhkuh ?,–kumaruhkuh (kkt)=penuh dg sst
karuk Ikat (kk)
karumpang Rumah siput (kb)
karung Ambilkan (kk)
karuntuhan Keguguran (kandungan) (kkt)
karuntung Keruntung (kb)
karupuk Kerupuk (kb)
karuyung Punggung badan (kb)
kas Bekas (kkt)
kas-kas Bekas (kkt), –kas-kasi=habiskan
kasau Tiang di bagian atap (??) rumah (kb)
kasona Cermin (kb)
kasonguh Terlihat auratnya (kkt)
kasukma (sangat) suka (kkt)
kasurmat Kesuben?????
katan Luka (kb)
katanom Semut besar (kb)
kating Pegang (kk)
katumbar Ketumbar (kb)
katup Tutup (kb, kk))
kaundangan Kondangan, menghadiri undangan (kk)
kaus Kaos (kb)
kawah Kuali besar (kb)
kawai Baju (kb)
kawali Kuali (kb)
kawari Tamu (kb)
kawawa Kuat, gagah, bertenaga (kkt)
kawik Ambil sst menggunakan galah (kk)
kawil Pancing (kb)
kawini Nama sejenis buah (kb)
kawol Aduk menggunakan tangan (kk)
kayahmat Kiamat (kkt)
kayak Geser (kk),–tikayak=bergeser
kayar Cerita, bercerita (kb),– bukayar=bercerita
kayok Kuat (suara) (kkt)
ketek Perahu bermotor (kb)
kiai Kakak, panggilan pada kakak laki-laki (kg)
kian Nanah kering
kibol Buah aren (kb)
kicak Cicak (kb)
kicap Kecap (kb)
kicong Juling
kidik ?,–nyarkidik=?
Kih-kih Pukul/ketok (kepala) dengan tulang jari tangan (kk)
kijing Sejenis kerang air tawar (kb)
kikih Menolak melakukan sst karena malas atau merasa terpaksa (kk)
kilak Kilat (kb)
kimbang Agak (kkt)
kincing Panci (kb)
kintu Kalau (ksb)
kintul Ikut, turut (kkt)
kip-kip Buka sedikit (kk, kkt)
kipos Keadaan (buah) kosong tanpa isi, hampa (kkt)
kipuk Tutup sedikit (kk, kkt)
kir-kir Keluarkan/bersihkan dari sela-sela lubang/sudut (kk)
kirak Jelek (kkt)
kirang Panggangan (kb)
kirik Satuan ukuran besar sst. (kkt)
kiruk Kacau (kkt)
kis-kis Habis (kkt)
kisot Geser (kk)
kit-kit Bersihkan dari kotoran (kk)
kitau Tiang di bagian bawah rumah (kb)
kitik Hampir saja (kkt)
kitoq Geser, gerak (kk, kkt)
kitor Putar, geser (kk, kkt)
kiwah kaya, berlebihan (kkt)
ko (akhiran) kan
kobok Tutup (kk,kkt)
kobol Kebal (kkt)
kobuk Mangkuk yang terbuat dari tanah liat (kb)
kocah Bersih (kkt)
kocal Lincah, gesit (kkt)
kocap Kecap (kk)
kocat Buka (kk)
kocik Jari kelingking (kb)
kocok Aduk (kk)
kocong Merengut, memberengut (kkt); lihat ti kocong
koco’ Gigit sambil dihisap (kk)
kodah Gigit (kk)
kodah Gigit (kk)
kodak Dahi (kb)
kodaq Sampai (kkt)
kodok Lebat (hujan) (kkt)
kodol Tebal (kkt)
kojol A lot (kkt)
kokop Tutup panci yang terbuat dari tanah (kb)
kokot Peras hingga kering (kkt)
kol-kol Keras; gempal (kkt)
kolai Biasa (ks)
kolang Selang, seling (kkt)
kolang-kolang Kotoran hidung (kb)
kolap Isyarat tangan utk memanggil (kk)
kolik Pelit (ks); tipu (kk)
koling Hitam (kkt)
kolip Kelip (kkt)
kolir Warna (kkt)
kolosan Pempek lenjer (kb)
kolpah Saudara dgn jenis kelamin yang sama (kg, kkt)
kolpit Kempis (kkt)
kombang Kembang (kkt)
kombihna Tidak mungkin
kombung Kembung (kkt)
komis Hari kamis (kb)
komol Peluk, genggam (kk)
komon Sejenis sayuran (kb)
komong Bingung (kkt)
komos Rapi (kkt)
kompit Kempis (kkt)
komul Selimut (kb)
konai Biarkan (kk)
konarian Tadi malam, semalam (kkt)
koncong Kencang (kkt)
kondur Kendur (kkt)
kontang Kentang (kb)
kontong Terbayang (kkt)
kontu Jika, kiranya, kalau (ksb)
konui Elang (kb)
kopai Sirip (kb)
kopak Kepak (sayap) (kb, kk)
kopi Sirip; sayap (kb)
kopik Pangku (kk)
kopol Kepal (kkt)
kopuk Lubang yg tersumbat/tertutup sst, buntu (lubang) (kkt)
kopus Kipas (kk)
kora Kera (kb)
korai keadaan belum masak utk nasi (kkt)
korak Kerak (kb)
koraq Bersendawa (kk, kkt)
koras Keras (kkt)
korau Cakar (kk)
korbau Kerbau (kb)
korcing Nyaring (kkt)
koris Keris (kb)
korkuk Kokok (ayam) (kk)
koroh Gigit (kk)
koro’ Potong (kuku) (kk)
koruk Kerut (kkt)
korukmiuk Berkerut-kerut (kkt)
kosai Gatal-gatal (kkt)
kosak Kosakna??
kosih Gatal-gatal (kkt)
kosol Kesal (kkt)
kosor Geser (kk)
kosot Geser (kk)
kot-kot Kandang ayam (kb)
kotan Beras ketan (kb)
kotik Jepit kepiting/udang (kk)
kotip Khotib (kb)
kotir Percik (kk)
kotok Gigit (kk)
kotong Pegang (kk)
kotuk Pantat (kb)
kuar (men)cari kutu (kk)
kubak Kupas (kk)
kubik Cubit (kk)
kubugan Tempat cuci tangan (saat makan) (kb)
kucah Bersihkan di air (kk)
kucak Acak (kk)
kucambah Kecambah (kb)
kucih Oceh (kk)
kucik Kupas (kk)
kucikan Saku pakaian (kb)
kucil Lepas (kk, kkt)
kucui Kidal (kkt)
kudok Aduk (kk)
kudul Tumpul (kkt)
kui-kui Garut (kk)
kuk-kuk Bubur (kb)
kukuh Kokoh, kuat (kkt)
kukuk Gempa (kb, kkt)
kukur Parutan kelapa (kb)
kukut Kaki (kb)
kul-kul ?,–ngulkul-kulkul=
kulak Jamur (kb)
kulambu Kelambu (kb)
kulimon kelilipan (benda kecil yang masuk ke dalam mata (kb)
kulindang Pematang sawah (kb)
kulipik Kelopak, Bagian pinggir/ujung tubuh manusia (kb)
kulok Lipat (kk),–kulok lingkok = keadaan terlipat-lipat/bengkok (kkt)
kulok lingkok Keadaan terlipat-lipat/bengkok (kkt)
kulor Tidak bisa menyebut hurup r (kkt)
kulup Rebus (kk)
kuma Imbuhan yang menunjukkan sst yang jumlahnya banyak atau kejadian yang berkali-kali terjadi
kumalaparan Keadaan sst (jumlah banyak) yang berhamparan tak terurus/tak teratur (kkt)
kumalirkir Keadaan sst yg kecil-kecil tapi jumlahnya banyak (kkt)
kumalobar Keadaan dimana (sst yang jumlahnya banyak) semua bubar/pergi (kkt)
kumalotik Bergerak semua (jumlahnya banyak) (kkt)
kumaluhkuh Keadaan ????
Kumaranyat Suatu keadaan dimana sst (jumlah banyak) semua memanjang/melar (kkt)
kumarayap Terasa/tampak bergerak ke banyak tempat Suatu keadaan dimana semua berkepak/mengepakkan sayap/tangan/anggota tubuh (kkt)
kumarilkil Keadaan sst yg kecil-kecil tapi jumlahnya banyak (kkt)
kumariyak Keadaan dimana semua menangis (anak-anak) (kk, kktt)
kumarobab Suatu keadaan dimana semua sayap/tangan/anggota tubuh bergerak karena sst hal misal karena tertiup angin (kkt)
kumaronyak Terasa gatal di banyak tempat/seluruh tubuh (kkt)
kumaronyit Terasa nyeri/berdenyut di banyak tempat/seluruh tubuh; berbunyi/berdenyit susul menyusul (kkt)
kumaropak Suatu keadaan dimana semua berkepak/mengepakkan sayap/tangan/anggota tubuh (kkt)
kumarosai Terasa gatal di banyak tempat/seluruh tubuh (kkt)
kumarotik Bergerak semua (jumlahnya banyak) (kkt)
kumaruhkuh Penuh dengan sst (yang dipakai) (kkt)
kumaruk Kemaruk, rakus (kkt)
kumbah Makan sampai habis (bahasa kasar, merupakan kata seru atau pernyataan yang dikeluarkan untuk menunjukkan perasaan kurang suka/marah) (kk,kkt); lihat kuncah
kumbahang Sejenis talas (kb)
kumbalik Keadaan terbalik-balik (kkt)
kumbilat Keadaan terlipat-lipat, terbalik posisinya (kkt)
kumbut Selimut (kb), selimuti (kk)
kumuh Peluk secara paksa (kk)
kuncah Acak sampai berhamburan (bahasa kasar, merupakan kata seru atau pernyataan yang digunakan untuk menunjukkan perasaan kurang suka/marah) (kkt); lihat kumbah
kuncang Keadaan sst (memiliki ruang di dalamnya) yang berbunyi/berguncang (kkt)
kunyir Kunyit (kb)
kup-kup Kejar (kk)
kupiah Kopiah (kb)
kupil Ambil sedikit saja (kk)
kur-kur Panggil (utk ayam) (kk)
kurak Sejenis penyakit kulit, kurap (kb)
kurak kobol Sejenis penyakit kulit, kurap (kb)
kuripik Keripik (kb)
kuro-kuro Gembok Panggil (utk ayam) (kk);
kuruk Masuk (kk)
kusah Bersihkan di/dalam air (kk, kkt)
kusaka Kapan (kt)
kusal Gelut (kk)
kusi Bersihkan dari gulma atau dari sst yang menutupi (kkt)
kusuk Belai, elus (kk)
kut-kut Ambil satu per satu (dari lantai) (kk)
kutak Kotak (kb)
kuti Kalian, kamu (kg)
kutung Buntung (kkt)
kuwal Julur, terjulur (kkt)
kuwol Aduk (kk)
kuyak Robek (kkt)
laba ?,–api laba na=apa salahnya
labi-labi Kura-kura (kb)
lading pisau
lading gorpu pisau yang dimata pisaunya tergrafir merk bergambar garpu, di sumatra selatan sangat terkenal
laga Adu (kk); –bulaga=berkelahi
laga’ Bagus, indah (kkt)
lago’ Sangka, kira (kk)
laham Makan (bahasa kasar) (kk)
lahya Jahe(kb)
lai-lai Jemur (kk)
laju Ayo (ksr)
laki Suami (kb)
laki’ Meskipun (ksb)
lalak Pedas (kkt)
lalar Lalat (kb)
lamas-lumus Berlepotan (di seluruh tubuh) (kkt)
lamasa Buah nangka (kb)
lambak-lumbuk Tumpuk menumpuk; menumpuk di mana-mana (kkt)
lambas Buang jauh (kk)
lambing Kendor (kkt)
lamon Banyak (kkt)
lamon
lamon seharusnya banyak
lamon banyak
lampak Terhampar; terletak di lantai dalam keadaan yang tidak rapi/tidak sedap dipandang (kk,kkt)
lampak ganyak Terhampar di mana-mana; terletak di lantai dalam keadaan yang tidak rapi/tidak sedap dipandang (kk,kkt)
lampinyat Menjadi tipis karena tertekan (kkt)
lampis-pis Pelipis (kb)
lampit-pit Menjadi tipis karena terjepit (kkt)
lampu tibing Lampu teplok (kb)
lamput Hilang (kkt)
landa Tikar (kb)
landai Sejenis arit/ alat untuk merumput (kb)
landok Lelap (tidur) (kkt)
langai Jenguk (kk)
langan Batas (tanah) (kb)
langas Kotoran asap berwarna hitam (kb)
maranai anak bujang
mirotok keinginan yang sudah sangat ingiin sekali.
mohpoh mencuci , lebih tepat digunakan dalam konteks mencuci baju, dimana baju di kepret kepret/di teken teken pakai tangan pada sebuah alas
murli anak gadis
ngalibang kalibang zig zag
ngandarak (ngandakha’ berjalan/berangkat dari satu tempat ke tempat lain, dimana tempat yang dituju itu elevasinya lebih tinggi dari tempat berangkat -CMIIW-
sikok
suhak robek, namun tingkatan robeknya tidak sebesar bakbak
tahik kukkuk kotoran ayam yang agar kentel yang baunya ampun bau sekali.
thoun iblis
tipalisut IMHO : terpeleset karena jalan diatas sesuatu yang licin
tumadon sesuatu barang/hal yang sangat disayang dan dicintai, contoh ngaliak motor tuha tumadon nihan tijualko
Ubak Bapak / ayah
Asal Mula Orang Kumoring
Oleh : Agung Arlan

Kelompok Masyarakat ini hidup dan menyebar di sepanjang aliran sungai yang sekarang di kenal dengan nama sungai Komring maka penduduknya di sebut orang Komring, dan bahasanya pun disebut dengan bahasa Komring.

Sementara itu W.V. Van Royen menulis dalam bukunya “ DePalembang Sche Marga (1927 ) “ tidak menyebut orang komring tetapi “ Jelma Daya “ yang berarti kelompok masyarakat yang ulet dan dinamis, dan seorang sejarawan dari Belanda Van Der Tuc menyebut kelompok masyarakat ini dengan nama “ Kembiring “ yang di artikan sebagai manusia jadi-jadian ( orang yang dapat menghilang dan bisa berubah menjadi Harimau ).
Nama sungai Komring sendiri diambil dari nama seorang saudagar buah Pinang yang berasal dari India yang bernama Komring Singh , makam ( kuburan ) nya terdapat di sebelah hulu desa Muara Dua, sungai yang mengalir mulai dari makam tersebut tepatnya mulai dari pertemuan sungai Selabung dengan Wai Saka yang mengalir ke hilir sampai muara Plaju di sebut sungai Komring, tidak semua penduduk yang mendiami sungai komring di sebut orang komring, aliran sungai Komring sampai di Gunung Batu, penduduknya terbagi dalam 2( dua ) Kewedanaan Muara Dua dan Kewedanaan Martapura , sebagian penduduk kewedanaan Muara Dua di sebut Jelma Daya bukan Orang Komring walaupun mereka tinggal di pinggir sungai Komring.

Kelompok masyarakat ini awalnya berasal dari Gunung Seminung yang membawa Budaya Rumpun Seminung. Masyarakat Rumpun Seminung tergolong suku Melayu Kuno ( Proto Malayan Tribes ), bahasanya banyak terdiri dari bahasa Melayu Kuno , bahasa Jawa Kuno dan bahasa Sansekerta , Kelompok masyarakat ini kemudian berkembang dan menyebar menjadi beberapa kelompok masyarakat.

– Yang pertama – Kelompok masyarakat yang mendiami sekitar daerah gunung seminung sampai ke Ranau kemudian terbentuk masyarakat Ranau.

– Yang kedua – Kelompok masyarakat yang turun dari Gunung Seminung kearah Lampung kemudian di kenal dengan kelompok masyarakat Lampung Paminggir.

– Yang ke tiga – Kelompok masyarakat yang turun dari Gunung Seminung menyusuri aliran sungai yang kemudian di kenal dengan kelompok Samanda Di Way yang sekarang menjadi masyarakat yang kita kenal dengan Orang Komring atau Jolma Daya..

Menurut sejarah Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan ( 1979 ) Jelma Daya adalah kelompok pertama yang turun dari gunung Seminung melalui Danau Ranau kemudian seterusnya menelusuri sungai Komring sampai di Gunung Batu adalah kelompok Semendawai. Semendawai berasal dari kata Samanda Di Way yang berarti mengikuti aliran sungai . Kelompok masyarakat ini kemudian berkembang dan berpencar membentuk 7 ( Tujuh ) Kepuhyangan ( kepuyangan) , antara lain :

– Kepuhyangan Pertama menempati pangkal teluk yang agak membukit yang kini kita kenal dengan nama GUNUNG BATU, kelompok ini di pimpin oleh Pu Hyang Ratu Sabibul .

– Kepuhyangan Kedua menempati suatu dataran rendah yang kemudian dinamakan MALUWAY, kelompok ini di pimpin oleh Pu Hyang Kai Patih Kandil.

– Kepuhyangan ke Tiga menempati muara sungai di dalam teluk yang kemudian dikenal dengan nama MINANGA , kelompok ini di pimpin oleh Pu Hyang Minak Ratu Damang Bing.

– Kepuhyangan ke Empat menemukan padangan rumput yang luas kemudian menempatinya, pekerjaan mereka membuka padangan ini yang di sebut Madang yang kemudian dijadikan nama Kepuhyangan Madang, tempat pertama yang mereka duduki di namakan GUNUNG TERANG, kelompok ini di pimpin oleh Puhyang Umpu Sipadang.

– Kepuhyangan ke Lima di Pimpin oleh Pu Hyang Minak Adipati yang konon kabarnya suka membawa peliung yang kemudian di jadikan nama kepuhyangan Pemuka Peliung, dari kepuhyangan inilah kelak di kemudian hari setelah terjadinya Perang Abung ( 1400 M ) antara dinasti Paksi Pak dari Sekala Berak dengan Orang Abung, kemudian menyebar mendirikan kepuhyangan baru antara lain Kepuhyangan Banton di pimpin oleh Pu Hyang Ratu Penghulu, Kepuhyangan Pulau Negara yang di pimpin oleh Pu Hyang Umpu Ratu.

– Kepuhyangan ke Enam di bawah pimpinan Pu Hyang Jati Kramat , yang dipercayai oleh penduduk setempat bahwa istri beliau berasal dari atau keluar dari Bunga Mayang Pinang sehingga di abadikan pada nama kepuhyangan mereka , Kepuhyangan Bunga Mayang.

– Kepuhyangan ke Tujuh di pimpin oleh Puhyang Sibalakuang, kelompok ini pada mulanya menempati daerah MAHANGGIN yang kemudian setelah terjadinya perang Abung mendirikan cabang – cabang di daerah sekitarnya seperti Sandang, Rawan, Rujung, Kiti, Lengkayap dan banyak kepuhyangan ini mengunakan nama Bhu Way.

Menurut penelitian Geomorfologi sejak terjadi pendangkalan sungai Komring yang terjadi akibat adanya pengendapan lumpur di sungai Komring, sungai tersebut mulai terus mengecil dan kemudian sekitar 20 Km dari Desa Rasuan sungai komring terpecah menjadi 2 ( dua ) aliran, aliran yang lama terus menyempit sampai dengan desa Minanga dan berakhir di daerah Rawa-rawa dan Lebak ( pada jaman purba merupakan lautan ), sementara itu aliran baru terus mengalir dan bermuara di Plaju. Sebagian masyarakat yang terbentuk pada aliran baru ini kemudian membaur membentuk Komring Baru atau yang di kenal sekarang dengan nama Komring Ilir, namun sebagian kelompok masyarakat ini menolak untuk dianggap sebagai orang Komring di karenakan kelompok masyarakat ini sudah tidak membawa dan mewarisi Adat dan Budaya Rumpun Seminung.

  1. March 23, 2013 at 3:57 pm

    Andohok ho api da yo basa indonesia na..

    hahahah

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: