Home > World Of Academic > Kewajiban Publikasi Ilmiah Tidak Ada Sanksi

Kewajiban Publikasi Ilmiah Tidak Ada Sanksi


Malam ini baru membaca informasi terbaru mengenai gonjang ganjing publikasi ilmiah mahasiswa dari situs edukasi kompas pada link berikut http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/27/20183555/Kewajiban.Publikasi.Ilmiah.Tidak.Ada.Sanksi, akhirnya pak M.Nuh mengeluarkan pernyataan bahwa publikasi tersebut TIDAK WAJIB  hukumnya, hanya sebatas sunnah mu’akad bagi Universitas yang sanggup menjalankannya, lebih lengkapnya bisa anda baca artikelnya dibawah.

DEPOK, KOMPAS.com — Kewajiban memublikasikan karya ilmiah mahasiswa di jurnal ilmiah hanyalah sebagai upaya membangunkan kesadaran perguruan tinggi untuk peduli terhadap publikasi ilmiah Indonesia yang stagnan dan tertinggal jauh dari negara-negara lain. Namun, kewajiban publikasi ilmiah mahasiswa di jurnal ilmiah tidak ada sanksi.

”Surat edaran Dirjen Dikti tidak punya kekuatan hukum yang mengikat. Tapi jika semua pada ribut berarti peduli dengan masalah ini. Wajar kalau marah karena dibangunkan akibat perguruan tinggi selama ini ‘keenakan tidur’, tidak mau bekerja lebih keras, padahal potensi ada,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam acara pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2012 di Depok, Jawa Barat, Senin (27/2/2012).

Sesuai surat edaran Dirjen Dikti disebutkan bahwa kelulusan mahasiswa S-1 harus setelah karya ilmiahnya dipublikasikan di jurnal ilmiah. Adapun mahasiswa S-2 di jurnal ilmiah terakreditasi nasional dan S-3 di jurnal ilmiah terakreditasi internasional.

Menurut Nuh, pada tahun 2001 negara-negara lain, seperti Malaysia, Turki, dan China, kondisi publikasi ilmiah rendah, seperti halnya Indonesia. Namun, 10 tahun kemudian, publikasi ilmiah negara-negara tersebut melesat, sedangkan di Indonesia jalan di tempat, tidak ada kemajuan.

”Dengan catatan seperti ini, jika mengharapkan kesadaran susah. Jadi harus dikagetkan dengan kewajiban publikasi ilmiah. Tetapi Kemendikbud tidak memberi sanksi bagi yang tidak siap. Namun, tiap perguruan tinggi harus punya keyakinan bisa berubah,” kata Nuh.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: