Home > Blogosphere, World Of ICT > Penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi

Penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi


BBM (Bahan Bakar Minyak), akhir-akhir ini menjadi barang langka dan susah didapatkan, setidaknya hal ini merupakan pengalaman pribadi saya setelah hampir satu bulan ini mengamati dunia per-BebeEm-an di seputaran Lampung dan Sumatera Selatan (Sumsel0, di Bandar Lampung (kediaman saya) untuk mendapatkan BBM harus melewati antrian panjang, terutama pada saat jam kerja. Antrian panjang pengantri BBM terjadi pada seluruh SPBU yang beroperasi di Bandar Lampung,  antrian terparah terjadi di luar Ibukota, seperti Bandar Jaya, Menggala, Natar, Kalianda, Kota Bumi bahkan pernah saya temui sewaktu dalam perjalanan menuju ke Palembang, mobil dan kendaraan umum sudah antri sejak dini hari (sekitar jam 2-an malem) padahal pada SPBU tersebut belum ada BBMnya, bahkan saya sempat sekitar 3 minggu yang lalu musti beli BBM eceran di daerah pemanggilan Natar seharga Rp.10.000 perbotol (isi 1 liter) setelah sebelumnya tidak berhasil menemukan BBM di SPBU seputaran kota.

Antrian panjang juga ditemui sepanjang lintas timur hingga perbatasan Sumatera Selatan,  untuk kota Palembang sendiri antrian tidak terlalu mengular dan masih dalam batas kewajaran, namun di sebagian besar SPBU diberlakukan sistem quota/pembatasan pembelian untuk BBM bersubsidi maksimal Rp.100.000 . Entah apa yang salah bahkan di Kota Palembang selaku provinsi penghasil BBM pun rupanya kesulitan untuk memperolehnya.

Tadi malam saya mendapati kejadian luar biasa ketika kendaraan travel yang saya tumpangi ingin mengisi bahan bakar didaerah lempuing (salah satu wilayah di Sumsel), ada keanehan yang saya temui pada sebuah terminal pengisian dimana lampu terlihat gelap dan tidak ada kendaraan yang mengisi BBM disana, namun terlihat jejeran puluhan jerigen berukuran besar (sekitar 40 liter) menumpuk pada terminal  tersebut dan terlihat pula petugas SPBU yang mengisi jerigen sambil bergelap-gelap ria, setelah beberapa jerigen terisi penuh lalu ada beberapa orang yang mengangkut menggunakan gerobak dan dibawa kebagian belakang SPBU, tidak lama berselang jerigen kosong akan dibawa kembali ke terminal untuk diisi dan dibawa kebelakang SPBU. Karena waktunya tengah malam (sekitar jam 2 malam)  dan tempat tersebut gelap maka gambar yang saya ambil tidak terlihat jelas sehinga tidak berhasil mengabadikan aktifitas ini. Dugaan saya aktifitas ini adalah aktifitas penyalahgunaan BBM untuk kepentingan industri karena jerigen bolak balik di ‘unjal’ dan mungkin dipindahkan ke sebuah mobil khusus di belakang SPBU.

Yang bisa saya dapatkan adalah posisi SPBU tersebut  dengan mendeteksi koordinat GPS dari handphone, untuk indentitas SPBU tidak bisa saya dapatkan.

Repot juga kalau kondisi antrian BBM seperti ini berjalan terus hingga bulan-bulan ke depan

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: