Home > Blogosphere > Great Firewall-nya China yang sebanding dengan Tembok Raksasa China

Great Firewall-nya China yang sebanding dengan Tembok Raksasa China


http://en.wikipedia.org/wiki/Great_Firewall_of_China#Technical_implementation

Tembok Raksasa Cina atau Tembok Besar Cina, merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat manusia terletak di Republik Rakyat Cina, dibangun pada periode Dinasti Ming dengan panjang bangunan adalah 8.851 km (722 SM-481 SM – WIKI).  Kesuksesan China dalam membangun Tembok Raksasa rupanya juga menginspirasi untuk membangun “Tembok Raksasa” lainnya dalam hal memfilter content internet, entah ini sudah dicatat dalam Guiness Book Record atau belum yang pasti topologi Firewall yang telah diimplementasikan sesuai gambar diatas telah berhasil Memblokir beraneka ragam situs ternama termasuk diantaranya google, yahoo, facebook.

Pemerintah melalui regulasinya telah secara tegas memberlakukan content filtering pada GFW Exchange Point terhadap seluruh lalulintas data internet rakyat China. Mantapnya lagi seluruh Provider dan Perusahaan penyedia layanan internet baik luar dan dalam negeri bertekuk lutut dan mengikuti kebijakan ini. Sehingga bargaining power regulator dalam hal ini Pemerintah menjadi sangat tinggi dalam menekan efek negatif penggunaan internet.

Mari sedikit mengintip bagaimana regulasi penggunaan internet di Negara Indonesia yang kita cintai ini, melalui KOMINFO telah menerbitkan sejumlah regulasi penggunaan internet di Indonesia yang dapat anda pantau dihalaman berikut http://publikasi.kominfo.go.id/handle/123456789/2, namun pada kenyataannya regulator sering lemah ketika dihadapkan pada kasus-kasus besar yang melibatkan pemain besar dunia,  contoh ketidak berdayaan regulator untuk menerapkan content-filter  pada layanan BBM-RIM, kemudian permintaan penghapusan  content FITNA, Innocence Of Moslem, dll. Menjamurnya penipuan jual beli elektronik, dan laen sebagainnya.

Tidakkah kita perlu belajara dari China, agar pemerintah menunjukkan “Taring” sebagai pengatur lalu lintas data demi kemaslahatan aktifitas internet umat di Indonesia.

UPDATE:

Berikut saya cuplik resume paper pada tautan http://pam2011.gatech.edu/papers/pam2011–Xu.pdf  yang membahas tentang Great Firewall/GFW China ini (Link dikirim Om Dikshie Fauzie)

Internet Censorship in China: Where Does the Filtering Occur?

(Xueyang Xu, Z. Morley Mao, and J. Alex Halderman)

(Department of Computer Science and Engineering, University of Michigan)

CONCLUSION : “Chinese censors impose strict restrictions on international Internet trafficc. In order to understand the national-scale intrusion detection system better, this is the  first study dedicated to explore both AS and router-level structures of China’s censored network.

As a preparation, the  first part of the paper presents our approximate result of China’s AS-level Internet topology. We manage to collect the peering among 265 China-related ASes. In the second part of our work, we probe the  rewall in an attempt to gather as many  filtering interfaces as we can and to relate AS topology to the location of those  ltering devices. We  find that most  filtering occurs in border ASes, but two major  ltering ISP’s have different approaches placing their  filtering devices. CHINANET does not place most of its  ltering devices in its backbone, but rather distribute the work to provincial networks. This makes censoring domestic traffic easier.”

Ondeh Mandeh, Seleketep,  rupanya sampe ke level Provinsi sudah diatur juga untuk melakukan content Filtering.  saya membayangkan kalo kebijakan ini diterapkan di indonesia bakal bentrokan dengan aturan otonomi daerah yang “kebablasan”

  1. October 3, 2012 at 4:00 am

    Internet Censorship in China: Where Does the Filtering Occur?
    http://pam2011.gatech.edu/papers/pam2011–Xu.pdf

    • October 3, 2012 at 4:06 am

      Terima kasih link papernya Om, lagi baca nih

      • October 3, 2012 at 4:21 am

        “We  found that most  filtering occurs in border ASes, but two major  ltering ISP’s have different approaches placing their  ltering devices. CHINANET does not place most of its  ltering devices in its backbone, but rather distribute the work to provincial networks. This makes censoring domestic traffic easier” . Woow sampe ke level provinsi diatur, mantap itu manut dengan kebijakan atasan, kalo di tempat kita susah kayaknya begitu bakal tabarakan dengan konsep otonomi daerah “kebablasan”

  2. October 3, 2012 at 4:01 am

    satu lagi:
    The collateral damage of internet censorship by DNS injection
    http://conferences.sigcomm.org/sigcomm/2012/paper/ccr-paper266.pdf

  3. October 3, 2012 at 4:34 am

    hidup di china ngga usah kuatir gak bisa akses facebok, youtube, twitter, dan lain lain. semua produk tsb sudah ada subtitusinya kok di china🙂

    • October 3, 2012 at 4:56 am

      Ya itulah kelebihannya bang, kalau dipaksa begitu otomatis aplikasi produk lokal yang fiturnya menyamai bisa berkembang, industri TI harusnya juga berkembang pesat.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: