Home > Blogosphere > Ritual rutin sebelum memulai puasa 1435 H

Ritual rutin sebelum memulai puasa 1435 H


ombayPada tanggal 28 Juni 2014  lalu adalah H-1 Ramadhan 1435 H , seperti biasa agenda sebelum puasa kami sekeluarga berkunjung ke Pagelaran Pringsewu untuk bersilaturahmi dengan Ombay Masnun tercinta, o iya bagi yang belum tahu, Ombay merupakan Nomenklatur bahasa Kumoring untuk memanggil Nenek🙂.Ombay dari pihak Papa satu satunya Tetua yang masih ada di keluarga kami, Akas sudah terlebih dahulu dipanggil sang Khalik, sedangkan Ombay dan Akas dari sebelah Mama juga telah lebih dahulu meninggalkan kami.

Alhamdulillah di usia  sepuh Ombay yang telah menginjak umur lebih dari 80 tahun, kondisi beliau terlihat cukup sehat, masih dikaruniai nikmat pendengaran dan penglihatan yang cukup baik, dibuktikan dengan ‘teriakan’  khas saya memanggil dari luar rumah masih bisa dikenali baik oleh  Ombay😀 , Ombay masih dapat mengidentifikasi nama dan paras seluruh cucung-nya , bahkan hingga ke Cicit beliau juga mampu mengenali dengan baik.

Bila bertemu Ombay saya biasanya memberanikan diri untuk berbicara dalam bahasa Kumoring, FYI hingga saat ini level penguasaan bahasa daerah saya masih di tingkatan beginner hehe, jadi sering selip ketika  ngomong Kumoring tercampur dengan bahasa Indonesa, tapi it’s Ok lah kalau ada kumpulan keluarga bisa ikutan nimbrung.

Setelah bercengkrama dan memastikan bahwa Ombay dalam kondisi sehat, kami sekeluarga bertolak menuju ke ladang peninggalan Akas Prabu untuk menyusul Papa dan Om yang sudah terlebih dahulu  berada di balong ikan. Hari itu merupakan jadwal penyortiran ikan Mas pertama kali untuk siklus panen triwulan kedua tahun ini. Biasanya dalam satu periode panen akan dilakukan 3 kali proses sortir.

???????????????????????????????Di tengah proses sortir kami dikejutkan oleh suara gaduh berasal dari  depan Gubug, rupanya pegawai yang sedang kerja membawa seekor lele berukuran jumbo yang terperangkap jaring pada saat proses sortir berlangsung, ukuran lele ini tergolong besar  dengan lingkar badan kurang lebih seukuran betis orang dewasa. Bagi petani ikan Mas, ikan lele, gabus dan biawak merupakan musuh bebuyutan utama dan sangat mengganggu karena kesemuanya itu adalah hewan predator pemangsa ikan mas di kolam, apabila teridentifikasi adanya hama ini maka harus cepat disingkirkan.

Tanpa berfikir panjang kami pun bersegera mencari peralatan ‘tempur’ untuk memproses lele yang sudah tertangkap basah tadi, lele jumbo yang gagah berani dan berdiameter sama dengan sandal ukuran 43 saya tadi, akhirnya bertransformasi wujud menjadi ukuran kecil dalam bentuk daging filled hehe…

Nah karena keluarga banyak request untuk memanggang ikan mas dan nila maka kita tinggalkan lele jumbo filled tadi , saya kemudian meminta pegawai yang kerja untuk menyiapkan ikan mas dan nila segar untuk dipanggang, sembari ikan mas dan nila segar sedang dalam proses pembersihan, saya dan beberapa orang lainnya mengumpulkan sabut kelapa kering untuk dijadikan  bara memanggang ikan.

Karena amunisinya bukan dari arang maka produksi asap tebal pun dimulai🙂 , mata pedes, idung panas, keringet ngucur, wiyy mantap lah pokoknya , banyak keluarga yang komentar  “Eh.. ini Ikan bakar ape Ikan Asep tuh ?? “  saya timpali “tenaaangg.. yang penting hasil akhir… terima mateng sazalah… nyampur asep plus keringet dikit gak papa lah😀  ” ,

Prosesi pemanggangan(pengasapan) ikan pun selesai,  selanjutnya menginjak agenda utama yang paling ditunggu tunggu yaitu makan bersama keluarga,  jam tangan menunjukkan sudah pukul 12.00 WIB lebih, jam biologis dari perutpun sudah memberikan alarm bahwa waktu makan sudah tiba.

Kumpul bersama diatas gubug di pinggir kolam dengan  beralas tikar, bermenu ikan bakar/asep, pindang, lalapan dan sambal terasi, tanpa menunggu lama kami sekeluarga bersama para pegawai yg kerja  menyantap hidangan istimewa tadi, sesekali saya menyeka keringat yang deras mengalir dan meneguk air putih pertanda bahwa sedang berselera🙂 . Sungguh lezat hidangan makan siang saat itu,  dengan ini saya nyatakan bahwa Rumah Kayu, Gubuk Mas, Pindang MakWar lewaaaaatt…..😀😀😀 ,

Hari beranjak sore, terlihat sudah beberapa calon pembeli yang mendatangi kolam ikan, ada dua mobil pickup dan sepeda motor antri untuk membeli ikan mas segar, info dari supir bahwa  ikan tersebut akan dipasarkan  ke Jambi dan daerah Bandar Lampung. Karena sudah sore kami pun beranjak pulang,  Alhamdulillah masih merasakan nikmatnya kebersamaan.

Fabiaayiaalaairobbikuma tukadzzibaan. “Dan Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan ??”

Categories: Blogosphere
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: