Home > Blogosphere > Indikator Pengujian Performa Layanan Internet Provider

Indikator Pengujian Performa Layanan Internet Provider


Dalam kurun waktu 1 bulan ke depan Universitas Lampung (Unila) akan menyelenggarakan “Sayembara” dalam rangka menentukan Provider terbaik yang layak menjadi partner untuk melayani transaksi internet bagi civitas akademika Unila. UPT TIK selaku Unit Pelaksana Teknis yang bertanggung jawab dalam  menyediakan layanan internet yang baik telah melayangkan undangan kepada 3 Provider yakni PT. Tel**m, PT. Peg**Com, dan PT. Ic*n+, jadwal “Beauty Contest” juga sudah kita tetapkan. Tahun 2016 ini Unila menargetkan upgrade bandwidth internet dari tahun sebelumnya yang hanya 200 Mbps Internasional + 200 Mbps Domestik, menjadi 500 Mbps Internasional + 500 Mbps Domestik. Upgrade ini diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kepada civitas akademika, hingga saat ini tercatat bahwa concurrent user pengguna internet (saat bersamaan) menyentuh angka 6.000 pengguna.

Beberapa point yang kita tetapkan menjadi parameter pengujian performa layanan internet adalah sebagai berikut;

No Item Pengujian 1 user   2 user > 1000 user
1 Pengujian jalur IP Transit to Global Internet
Ping ke facebook.com (ms)
Ping ke mit.edu (ms)
Ping ke cisco.com (ms)
Ping ke youtube.com (ms)
traceroute ke facebook.com (Hops)
traceroute ke mit.edu (Hops)
traceroute ke cisco.com (Hops)
traceroute ke youtube.com (Hops)
2. Pengujian kualitas link IP Transit to Global Internet
Hasil speedtest ke http://www.speedtest.com.sg/ (Up/Down in
Mbps)
Hasil Download file 1000 Mbyte ke http://www.speedtest.com.sg/
menggunakan IDM (in Mbps)
Pengujian DOWN link Internasional yang URL nya diajukan
Provider (Mbps)
Pengujian UP Link Internasional yang URL nya diajukan provider
(Mbps)
Pengujian Upload/Download ke DropBox
Pengujian Upload/Download ke Google Drive
3 Pengujian jalur Domestik (IIX/OIXP)
traceroute ke itb.ac.id (Hops)
traceroute ke detik.com (Hops)
traceroute ke kompas.com (Hops)
traceroute ke kambing.ui.ac.id (Hops)
4 Pengujian Kualitas Link Domestik (IIX/OIXP)
Download file ISO dari http://kambing.ui.ac.id (Mbps)
Download file ISO dari http://repo.ugm.ac.id/iso/ (Mbps)
Download file dari INDOWEBSTER (Mbps)
Pengujian DOWN link Domestik yang URL nya diajukan Provider
(Mbps)
Pengujian UP Link Domestik yang URL nya diajukan provider
(Mbps)
5 Pengujian jalur Content Delivery Network (CDN)
Pengujian PEER Google Global Cache (GGC)
http://redirector.c.youtube.com/report_mapping
Download File dari Google Global Cache (in Mbps)
traceroute -a cdncache-a.akamaihd.net (Hops)
traceroute -a cdn.klimg.com (Hops)
traceroute -a cdn.id.garenanow.com (Hops)
Ping ke cdncache-a.akamaihd.net (ms)
Ping ke cdn.klimg.com (ms)
Ping ke cdn.id.garenanow.com (ms)
7 Pengujian jalur IPv6 dari Unila ke Internet
traceroute6 ui.ac.id (Hops)
traceroute6 indofreebsd.or.id (Hops)
traceroute6 kame.net (Hops)
traceroute6 ipv6.google.com (Hops)
traceroute6 ai3.net (Hops)
8 Pengujian P2P BGP Partner
Ping IPv4 P2P jalur Internasional Unila-Provider (ms)
Ping IPv4 P2P jalur Domestik Unila-Provider (ms)
Total Advertise Prefix IPv4 Jalur Internasional (count)
Total Advertise Prefix IPv4 Jalur Domestik (count)
Ping IPv6 P2P jalur Internasional Unila-Provider (ms)
Ping IPv6 P2P jalur Domestik Unila-Provider (ms)
Total Advertise Prefix IPv6 Jalur Internasional (count)
Total Advertise Prefix IPv6 Jalur Domestik (count)
Waktu BGP Peer UP after Failure (detik)
9 Lampiran Hasil Query URL http://bgp.he.net/AS56237#_graph4
10 Lampiran Hasil Query URL http://bgp.he.net/AS56237#_graph6
11 Lampiran Hasil MRTG/Monitoring dari Provider selama periode pengujian
  1. January 6, 2016 at 6:14 am

    1.%s/Hoop/Hop/g
    2.mengapa jumlah prefix ipv4/ipv6 yg di-advertise jadi parameter?
    apakah jumlah prefix berpengaruh thd kecepatan? QoS/QoE?
    3.traceroute4 dan traceroute6 sih enaknya dibuat simetri agar bisa dibandingkan.
    begitu juga dng ping4 dan ping6 dibuat simetri.
    mis: traceoute http://www.kame.net dan traceroute6 http://www.kame.net
    ping http://www.kame.net dan ping6 http://www.kame.net

  2. dikshie
    January 6, 2016 at 6:15 am

    1.%s/Hoop/Hop/g
    2.mengapa jumlah prefix ipv4/ipv6 yg di-advertise jadi parameter?
    apakah jumlah prefix berpengaruh thd kecepatan? QoS/QoE?
    3.traceroute4 dan traceroute6 sih enaknya dibuat simetri agar bisa dibandingkan.
    begitu juga dng ping4 dan ping6 dibuat simetri.
    mis: traceoute http://www.kame.net dan traceroute6 http://www.kame.net
    ping http://www.kame.net dan ping6 http://www.kame.net

    • January 6, 2016 at 6:41 am

      Terima Kasih Bang @Dikshie untuk masukannya;

      1. Terima kasih utk masukan yg pertama parameternya akan saya masukkan dalam point penilaian.

      2. Jumlah prefix IPv4/IPv6 memang tidak menentukan performa QoS, hanya saja saya ingin melihat perbandingan prefix yg diterima dari masing-masing provider, seharusnya advertise prefix yg diterima di Internasional dan Domestik akan sama pada masing-masing provider. Point ini terlalu signifikan, cuma tetap akan menjadi dokumen acuan pengujian utk tahun 2016.

      3. Point traceroute4 dan traceroute6 seperti memang cocok dibuat simetris, agree with that.

      Btw terima kasih atas masukan yg sudah diberikan🙂

      • dikshie
        January 6, 2016 at 6:50 am

        kalau jumlah prefix nya ngga sama bagaimana?
        ada dua ISP A dan ISP B, ISP A punya full route Internet (600 ribu prefix?) dan ISP B ngga punya full route Internet (misalnya cuma setengahnya, 300 ribu prefix).
        jadi mana yng lebih baik. ISP A yng punya full route Internet atau ISP B yng cuma terima setengah? please explain why?🙂

  3. January 6, 2016 at 7:00 am

    hmm, masa iya provider besar tidak terima full route, aneh juga hehehe, Tapi mungkin juga akan ketemu ya casenya🙂 dan hasilnya memang akan keliatan akhir bulan ini. Point pentingnya sebetulnya ada pada pengujian QoS (Performa Link) dan memang total prefix yang diterima tidak serta merta berkorelasi dengan Qos (meskipun saya yakin ada), maka dari itu khusus point total prefix ini tidak mendapat porsi nilai yang besar🙂 (antara 1-2 % lah mungkin), analoginya misal Provider C dia punya QoS yang sangat spesial cuma Perusahaan tsb hanya merelease 10% prefixnya saja, dan sisanya default route ke mereka, ini tentu saja agak kontradiksi dengan core bisnis Unila yg salah satunya adalah Penelitian/Research, tentu prefix network yang tidak “Full Route” tidak bisa tereksplore maksimal, demikian Bang🙂

  4. dikshie
    January 6, 2016 at 10:18 am

    prefix lookup didalam silicon router itu jaman sekarang udah sangat cepat.
    ditambah fitur route caching. jadi pengaruhnya tdk signifikan thd kecepatan, QoS/QoE

    eh ini single home atau multihome?
    kalau single home mau terima full route ya itu berarti alasanya biar Unila kelihatan ganteng aja🙂
    kalau multihome mau terima full route biar bisa eksplorasi maka ya alasannya sebutkan saja utk eksplorasi🙂

    • January 6, 2016 at 11:01 am

      Sejak 2009 ‘aura kegantengan’ Unila sudah terpancar saat implement MultiHoming berpartner dengan Mora*el😀 . http://noc.unila.ac.id/?page_id=54 kegantengan ini juga harus tetap dijaga, selain biar keliatan ganteng, yang utama adalah adanya misi kepentingan riset bidang network (baca ngoprek🙂 ). Dan memang dri sudut pandang Provider Unila ini yg banyak permintaan/requirement nya (dibaca reseh hehe) mulai dari IPv6, multihoming, GGC, dan kedepan mungkin akan lebih ‘reseh’ lagi🙂

  5. dikshie
    January 6, 2016 at 11:06 am

    nah kan jelas alasanya cuma buat eksplorasi, ngga ada hubungannya dng parameter diatas.
    GGC kenapa ngga minta langsung sama google?

    • January 6, 2016 at 11:23 am

      Hehe iya deh memang ke QoS tidak langsung berhubungan,

      Nah utk GGC tahun 2011 or 2012 (lupa) saya pernah mengisi form permintaan GGC ke Google, kala itu memang requirement utilisasi ASN yg dimiliki pemohon dan terpantau Google minimum diangka 300Mbps , hasil review mereka (Google) selama 2 Minggu disampaikan melalui email bahwa trafik total Unila tidak sesuai dengan requirement mereka (padahal sdh libatkan Mhs utk jor joran akses ke youtube) krn memang saat itu trafik internasional kita cuma mentok di 100Mbps.

      Nah yg lolos pada saat sama mengajukan adalah UNY krn trafik Internasional mereka saat itu sdh 300Mbps, jadilah UNY dapat pinjaman server dan storage colocation punya google.

      Dan kalau tidak salah yg pertama berkesempatan menjajal GGC di Indonesia adalah ITB yah (CMIIW).

      Informasi yg saya terima konon kabarnya saat ini Google mensyaratkan trafik 2 Gbps bila ingin menyediakan layanan GGC.

  6. January 8, 2016 at 1:19 am

    pak forda saya habis melihat chanel youtube bapak yang tentang Counting Vehicle and Speed Measurement Using Opencv and Visual Studio 2010. boleh pak saya minta source code nya? sy sedang ada project akhir di kampus pak dan mengalami kesulitan. kalo bapak berkenan ini email saya ridho.wwidodo@gmail.com

  7. Ainur R
    January 11, 2016 at 2:08 am

    Mas Gigih di UIN skrg pakai T*lkom dan untuk peer ke domestik dapat prexfix hanya 11 ribu sedangkan sebelumnya pakai Indos%at 80ribu sekian. Kmrn saya komplainkan krn ada bbrp yang lewat peer global, dan saat ini udah banyak yg bener juga prefix ga nambah signifikan masih disitu2 aja.. Mungkin ini kah yg dimaksud Pak Dhiksie?

    Saya juga single home tapi dapat full route. Mungkin harusnya pakai default route saja ya?

    • January 11, 2016 at 2:33 am

      klarifikasi: Unila itu multihome.

      single home tapi dapat full route?
      – kalau dari sisi hardware tidak ada masalah dengan border router (border routernya ‘powerfull’) sih ngga apa.
      – kalau dari sisi kegunaan: ngga ada gunanya dapat full route toh cuma single home, tinggal lempar ke default route urusan selesai. jadi apa pentingnya full route kalau kenyataannya koneksi anda cuma single home?.

  8. Ainur R
    January 11, 2016 at 4:47 am

    Saya masih baru dalam dunia ber BGP an pak. Ini masih belajar.
    Kalau dari Hardware sih saya cek semua masih oke.
    Saat ini kampus ada dua lokasi Kampus A dan Kampus B.
    IP prefix kami /23.
    Saya pecah menjadi 2.
    /24 pertama turun di Kampus A
    dan /24 kedua di kampus B

    Apakah memungkinkan ya jika nanti di kampus A router BGP mati/kelistrikan mati maka
    /24 yang ada di kampus A akan di advertise dan turun di Kampus B?

    Hal ini yg terpikirkan oleh saya untuk mensiasati ketika nanti listrik padam (kami sering sekali terkendala dengan masalah listrik).
    Sehingga di kampus B nanti juga ada ruang server untuk backup server-server ketika terjadi kendala spt di atas.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: