Archive

Posts Tagged ‘Public Cloud’

Proxmox VE 2.1 Joint Cluster on Private Cloud

September 26, 2012 Leave a comment

Cloud Computing merupakan teknologi Internet-based service yang dapat digunakan untuk mensupport business process sebuah organisasi, kata “Cloud” sendiri merujuk kepada simbol awan yang di dunia teknologi informasi digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud). Cloud computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis Internet (awan). Cloud atau awan merupakan perumpamaan dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan pada diagram jaringan komputer. Awan (cloud) dalam cloud computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya yaitu suatu moda komputasi dimana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (di dalam awan) tanpa pengetahuan tentangnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.

Kriteria yang harus dipenuhi dan menjadi ciri sebuah cloud:
1.  Swalayan (On Demand Self Service)
Seorang pelanggan dimungkinkan untuk  secara langsung memesan sumber daya yang dibutuhkan, seperti processor time dan kapasitas penyimpanan melalui control panel elektronis yang disediakan. Jadi tidak perlu berinteraksi dengan personil customer service, jika perlu menambah atau mengurangi sumber daya komputasi yang diperlukan.
2. Akses Pita Lebar (Broadband Network Access)
Layanan yang tersedia terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama untuk dapat diakses secara memadai melalui jaringan internet, baik menggunakan thin client, thick client ataupun media lain seperti smartphone.
3. Sumber daya Terkelompok (Resource pooling)
Penyedia layanan cloud computing, memberikan layanan melalui sumber daya yang dikelompokkan dalam satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi-tenant ini memungkinkan sejumlah sumber daya komputasi tersebut digunakan secara bersama-sama oleh sejumlah user, di mana sumber daya tersebut baik yang berbentuk fisik maupun virtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna/pelanggan sesuai permintaan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumber daya komputasinya dipenuhi oleh penyedia layanan. Yang penting, setiap permintaan dapat dipenuhi. Sumber daya komputasi ini meliputi media penyimpanan, memori, prosessor, pita jaringan dan mesin virtual.
4. Elastis (Rapid elasticity)
Kapasitas komputasi yang disediakan dapat secara elastis dan cepat disediakan, baik itu dalam bentuk penambahan ataupun pengurangan kapasitas yang diperlukan. Untuk pelanggan sendiri, dengan kemampuan ini seolah-olah kapasitas yang tersedia tak terbatas besarnya, dan dapat dibeli kapan saja dengan jumlah berapa saja.
5. Layanan Yang Terukur (Measured Service)
Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumber daya komputasi yang digunakan (penyimpanan, memori, prosessor, lebar pita, aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumber daya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan.

Teknologi cloud computing memiliki tiga jenis layanan utama yang dapat dipilih dan digunakan sesuai dengan kebutuhan penggunanya, antara lain : Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS),  Infrastructure as a Service (IaaS).

Berdasarkan penerapannya, layanan cloud computing menurut NIST (National Institute of Standards Technology) dapat dibagi menjadi empat model penerapan, yaitu:

  • Private cloud  
  • Community cloud
  • Public cloud
  • Hybrid cloud

Khusus untuk teknologi Virtualisasi saat ini telah tersedia banyak pilihan aplikasi dipasaran baik gratis dan berbayar untuk mendukung Virtualisasi seperti Virtual Box, VMWare, Cytrix, Hyper-V, OpenNebula, dan baru-baru ini muncul pula PROXMOX VE (Open Source).

PROXMOX VE (Virtual Environtment) sejatinya adalah salah satu distro Linux berbasis Debian etch (x86_64) yang khusus diperuntukkan untuk menjalankan Virtualisasi berbasis pada KVM (Kernel-based Virtual Machine) dan OpenVZ (container-based virtualization for Linux-ruby) mantafnya lagi distro ini sepenuhnya bersifat gratis alias Open Source 😀 .  Saya kutip dari Officilasite ProxMox berikut beberapa fitur canggih yang mereka tawarkan.

Hardware Environtment untuk menjalankan distro ini adalah harus support akselerasi Virtualisasi Teknologi (Intel VT or AMD-V), bisa ada periksa pada menu BIOS apakah hardware server yang anda gunakan sudah support VT atau tidak,  requirement  untuk menjalankan PROXMOX adalah sebagai berikut:

Read more…

Advertisements
%d bloggers like this: