Archive

Archive for the ‘World Of ICT’ Category

Membuat Aplikasi Web GIS Tarif Antar Lokasi Menggunakan Google Maps API


GIS-WEB

Artikel ini akan membahas bagaimana membangun aplikasi sederhana perhitungan tarif, jarak, dan estimasi waktu antara 2 lokasi koordinat, menggunakan bantuan Google Maps API, mirip mirip dengan perhitungan tarif aplikasi Gojek. Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah create credential key google-maps API yang bisa digenerate melalui URL berikut https://console.cloud.google.com/,  API-Key yg digenerate tadi selanjutnya akan digunakan untuk mengakses library google maps. Sebelumnya persiapkan dulu Data-Base penyimpanan data lokasi/marker, script SQL nya bisa download di sini http://uirg.unila.ac.id/web_gis/gis-google.sql, dengan struktur database kira-kira seperti ini;

Read more…

Tips Mengkonversi Server Fisik Menjadi Server Virtual via VCenter Converter


Ini merupakan tulisan kedua yang dibuat pada Ramadhan hari ke 27, tulisan ini akan membahas tentang bagaimana tips untuk melakukan konversi server fisik (stand alone) ke server virtual menggunakan bantuan aplikasi VCenter Converter. Aplikasi ini direlease VMware dalam rangka memudahkan pengelola server untuk melakukan konversi server standalone yg mereka kelola menjadi server Virtual yang running pada platform private cloud, selain teknologi converter ada juga alternatif lainnya yaitu dengan menggunakan CloneZilla, prinsip kerja aplikasi CloneZilla hanya mengcopy seluruh storage/system dalam bentuk image clone yang bisa direstore, berbeda dengan CloneZilla, aplikasi VMware converter ini dalam tanda kutip lebih canggih dan memudahkan Administrator, karena pengelola bisa langsung mengkonversi server dalam posisi HIDUP/LIVE kemudian pindah ke Node Cloud Private yang diinginkan. Sayangnya tool ini hanya mensupport OS Linux dan Window saja, untuk FreeBSD saya coba tidak bisa dilakukan konversi, ok saya rasa cukup highlightnya, langsung saja kita pada tipsnya.

  • Masukkan parameter server standalone yang akan diconvert, IP address, username, dan password. Apabila anda menggunakan server Linux maka pastikan bahwa username yang digunakan adalah bisa direct mode full akses (SUDO) tanpa password, bisa tambahkan opsi berikut pada config /etc/sudoers
  • username ALL=(ALL) NOPASSWD: ALL

Read more…

Menaklukkan Server ProLiant DL20 Gen9


Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang bagaimana menaklukkan server HP generasi terbaru, Alkisah bermula dari pengadaan perangkat server beberapa hari lalu oleh salah satu Fakultas di tempat saya bekerja, yang akan digunakan untuk keperluan sistem mereka. Pilihan mereka jatuh pada server jenis ProLiant DL20 Gen9, dengan spesifikasi dapur pacu sebagai berikut;

Platform Single CPU Rack Server
Processor Type Intel Xeon Processor
#1 Processor Onboard Intel® Xeon® Processor E3-1230 v5 (4 Cores, 3.40 GHz, 8M Cache)
Chipset Intel® C232 Chipset E3-1200 Series
Standard Memory 1 x 16GB UDIMM DDR4 PC4-17000 2133Mhz

Rencananya server ini akan diinstall OS VMWare VSphere ESxi versi 6 karena kita sudah punya licence enterprise-nya, rupanya untuk generasi ke 9 ini proses install OS tidak semudah membalikkan telapak tangan 😦 😦 😦 , dan saya rasa teknologinya cukup revolusioner dibandingkan dengan generasi server HP sebelumnya, fitur yang paling menonjol adalah fitur “manage servers remotely” yang mereka juluki ILO 4  (Integrated Lights-Out),  ILO generasi ke 4 ini dilaunching pada tahun 2017 ini (sumber:https://en.wikipedia.org/wiki/HP_Integrated_Lights-Out), sepertinya dalam rangka bersaing dengan vendor server lainnya yang juga sama2 turut merevolusi metode server administration pada produk masing-masing seperti Sun/Oracle’s dengan LOM port, Dell dengan DRAC, IBM dengan Remote Supervisor Adapter dan Cisco dengan teknologi CIMC-nya, ada yang menarik pada semua aplikasi manage server tadi, semuanya sudah menggunakan teknologi web-based yang bisa diakses melalui jaringan, jadi Administrator bisa melakukan set-up dari mana saja, selama terhubung ke jaringan, hal ini sangat membantu memudahkan pengelolaan. Web-based application-nya menggunakan Java, lagi lagi Java menunjukkan kepiawaiannya sebagai bahasa pemrograman yang leading pada level enterprise.

Ok lah kita langsung saja pada material teknis bagaimana proses “penaklukan-nya” 😀

Read more…

Link Aggregation Control Protocol (LACP) pada Mikrotik CCR1036-12G-4S dan Cisco Catalyst C3KX-NM-10G

April 22, 2016 1 comment

Link Aggregation/standard IEEE 802.3ad merupakan salah satu teknologi yang memungkinkan kita untuk melakukan “grouping” atau pengelompokan Interface Ethernet pada layer fisik (Physical Interface) dan menjadikannya “seolah-olah” merupakan satu interface secara keseluruhan, standard 802.3ad ini seringkali juga dikenal dengan istilah Link Aggregation Group (LAG), ada juga yang memperkenalkannya dengan istilah Bonding atau Bundle (Linux), Port Channel (Cisco),

Tujuan implementasi dari LAG sendiri bisa bermacam-macam, misalnya;

  • Untuk membuat network yang fully High Availability (HA) dan menghindari “single point failure”.
  • Untuk meningkatkan kapasitas link dengan mengagregasi beberapa physical interface.
  • Untuk memanfaatkan resource yang ada seoptimal mungkin.
  • Untuk alasan ekonomis dan efisiensi.

Standar IEEE 802.3ad (Link Aggregation)  lebih jelasnya terlihat pada gambar  (gambar 1 dan 2)

LAG1

Read more…

Aplikasi Open Conference System (OCS) dan Open Journal System (OJS) tidak dapat mengirimkan Email notifikasi

February 24, 2016 1 comment

Bagi anda seorang pengelola Conference atau Pengelola Jurnal, tentu pernah menggunakan aplikasi free dan open source Open Journal System (OJS) dan Open Conference System (OCS). Pertanyaan yang sering timbul pada pengelola adalah System Notifikasi via Email yang tidak berjalan dengan baik, hal ini tentu sangat mengganggu karena notifikasi email sangatlah penting dalam aplikasi, karena memudahkan pengguna dalam mengetahui status perkembangan paper yang mereka submit, atau sekedar lupa password. Apabila anda menaruh aplikasi OCS/OJS pada system hosting berbasis CPANEL, hal ini tidak akan ditemui, karena aplikasi CPANEL sdh dibundling Daemon System Email, nah permasalahan mulai muncul ketika sistem OJS/OCS ini dikelola pada server sendiri.

Namun jangan khawatir, karena OJS/OCS sudah menyediakan fitur SMTP relay pada aplikasinya, cukup anda aktifkan fitur tersebut dan menggunakan informasi akun email yang sdh dimiliki. Dalam kasus yang saya hadapi adalah ada salah satu pengelola OCS di url berikut http://semnas.fp.unila.ac.id yang  komplain karena sistem notifikasi email tidak berjalan. Nah solusinya adalah sebagai berikut;

  1. Buat akun email baru pada system Gmail.
  2. Pastikan bahwa akun email sudah sukses dibuat, berhasil mengirim dan menerima email.
  3. Edit config.inc.php pada direktori OCS yg anda kelola dengan memasukkan parameter sebagai berikut.
Silakan buka file konfigurasi OJS di direktori_ojs/config.inc.php. 
Anda dapat gunakan CLI editor kesayangan Anda.
$ vi config.inc.php

Cari bagian ini, jika gunakan vi editor dapat tulis ?smtp = . Ubah sesuai contoh dibawah ini:

; Use SMTP for sending mail instead of mail()
smtp = On

; SMTP server settings
smtp_server = "ssl://smtp.gmail.com"
smtp_port = 465

; Enable SMTP authentication
smtp_auth = PLAIN
smtp_username = "namauser@gmail.com"
smtp_password = "passwordnya"

Pastikan parameter yang anda masukan diberikan tanda kutip ""

SMTP google memiliki kelemahan, diantaranya 1) Email yang dikirim menggunakan akun google jadi tidak sesuai dengan nama domain aplikasi contohnya: nama_saya@gmail.com, jadi pastikan bahwa akun yang anda buat adalah akun baru yg namanya mirip mirip lah dengan pengelola OCS, 2)  google membatasi pengiriman email dalam sehari sebanyak 500 email ke setiap akun dan maksimal 2000 akun sehari.

4.  Hasil notifikasi yang sudah jadi kira-kira akan seperti ini

SemnasFP

 

Trial koneksi internet untuk pengadaan tahun 2016

January 12, 2016 1 comment

Sejak Minggu lalu Divisi Infrastruktur TIK melakukan monitoring terhadap performa layanan kandidat Provider Internet yang akan bekerja sama dengan Unila, angka terbaik ada pada 700 Mbps, still on progress monitoring,

TrialConnection 2016

Traffik ke Youtube menempati peringkat nomer Wahid.

Sangfor Report 12-01-2016-edit

Review Daihatsu Ayla X Elegant produksi 2014 akhir

December 16, 2014 Leave a comment

Akhir tahun ini berkesempatan meminang mobil LCGC besutan Daihats* type Ayla X Elegant tahun rakitan 2014 akhir , tipe ini adalah varian tertinggi yang diluncurkan Daihats* untuk seri LCGC, Interior Astra Daihatu Ayla X Elegant dilengkapi dengan Center Console Box dan Wood Interior Panel, untuk aksesoris mobil ini sudah dilengkapi  Elegant Front Aero Kit, ‘X Elegant’ Sticker, Chrome Back Door, Extension Rear Reflector,  Elegant Rear Aero Kit, Chrome Muffler Cutter, Side Skirt.

Menurut penjelasan sales Daihats*, untuk seri X Elegant tahun 2014 Daihatsu membuat 2 varian, seri awal diproduksi diawal tahun 2014 sedangkan seri akhir diproduksi akhir 2014,  untuk tipe akhir ini rencananya akan dipasarkan awal tahun 2015 sudah dilengkapi dengan wiper belakangan dan keranjang (jaring dibagasi belakang) selebihnya sama persis baik mesin dan interiornya dengan produksi awal 2014.

Kita bahas dikit masalah harga 🙂  ya , kebetulan dealer Daihats* yang saya datangi berlokasi di Hajimena (samping auto 2000 Hajimena) dipilih karena jaraknya tidak terlalu jauh dengan tempat saya kerja. Di TKP sales langsung memberikan penjelasan lengkap tentang fitur dan keunggulan berbagai jenis mobil produksi Daihats*, untuk type X Elegant manual transmission harga On The Road (OTR) dibandrol  Rp. 113.750.000 (price list Desember 2014), dengan cash back sebesar Rp. 5.000.000 plus bonus sarung jok, promo cash back ini hanya berlaku untuk akhir tahun saja untuk bulan lain biasanya hanya dikasih maksimum Rp. 3.000.000 (info sales). Setelah diskusi dengan istri, jadilah meminang mobil ini untuk digunakan sebagai kendaraan operasional dengan pertimbangan konsumsi BBM-nya yang irit.

Berlanjut dengan pengalaman berkendara, selama hampir 2 Minggu berinteraksi dengan mobil ini so far so good lah, ruangan kabin cukup lega menampung keluarga kecil saya, untuk bagasi juga masih OK  menaruh barang belanjaan istri meskipun dengan dimensinya tidak terlalu luas, yang saya suka saat berkendara adalah adanya LAMPU  Eco Drive Indikator (EDI)  terintegrasi dengan dashboard tachometer, berfungsi membantu pengemudi mengatur cara dan gaya berkendara agar penggunaan BBM bisa optimal. Lampu indikator akan menyala pertanda bahwa pengemudi telah mengemudi sesuai kondisi eco driving dan lampu indikator mati menunjukkan bahwa pengemudi tidak mengemudi sesuai kondisi eco driving.

Terakhir kita bahas konsumsi BBM apakah betul sesuai dengan iklan selama ini ??? ,  ujicoba konsumsi bahan bakar saya lakukan dengan metode Full to Full, setelah tanki bensin full speedometer saya set dalam mode TRIP kemudian direset ke titik 0, jarak tempuh harian berkendara saya biasanya diangka 40-50 Km dengan rute;  Rumah – kantor istri (enggal) – Raden Intan – Labuhan Ratu – Gedong Meneng – Hajimena – Unila – Hajimena – Enggal – Rumah,  kondisi medan perjalanan berupa jalanan yang cukup datar ada beberapa lokasi menanjak dan beberapa persimpangan dan lampu merah. Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah, jarak tempuh sudah diangka 186.1 Km, tanki saya full-kan kembali dan membayar Rp. 105.000 dibagi Rp 8.500 ketemu angka 12.35 liter,  sehingga konsumsi BBM per Km-nya adalah 186.1/12.35 = 15.06 per Km , ok berarti untuk jalan dalam kota Bandar Lampung Ayla ini hanya mampu membukukan prestasi 1 Km = 15.06 ltr (premium) dengan rata-rata kecepatan diangka 30-40 Km/jam, not to bad ditengah kondisi BBM yang semakin mahal.

???????????????????????????????

???????????????????????????????That’s it demikian review singkat saya dengan tunggangan yang baru ini.

Categories: Blogosphere, World Of ICT
%d bloggers like this: