Archive

Archive for March, 2012

WhatsApp adalah messenger yang tidak gratis

March 30, 2012 22 comments

WhatsApp Messenger adalah sebuah aplikasi messaging smartphone yang menggunakan 3G atau WiFi yang bisa mengirim serta menerima pesan, gambar, catatan suara, pesan video,  yang dapat dijalankan pada multiplatform smartphone seperti BlackBerry, IPPhone, Android, Nokia. WhatsApp  sendiri merupakan salah produk unggulan Nokia  dibidang instant messaging untuk menandingi kedigjayaan BBM (BlackBerry Messaging).

Perbedaan utama dibandingkan BBM, WhatsApp lebih bersifat terbuka/open tidak seperti BBM yang hanya berjalan pada perangkat Blackberry saja, identitas pengguna berdasarkan pada nomor telepon, bukan dari nomor PIN, sehingga proses add friend akan lebih mudah, disamping itu apabila aplikasi WhatsApp telah terinstall di SmartPhone maka secara otomatis aplikasi ini akan mengenali setiap kontak telepon yang sudah menjalankan aplikasi WhatsApp sehingga dapat langsung berkomunikasi.

Saya baru menggunakan aplikasi ini sekitar 2 bulan lalu, sebagai media untuk menjembatani fasilitas berkirim pesan menggantikan media konvensional SMS/MMS yang notabene cukup mahal, tidak praktis, dan memiliki keterbatasan dalam berkirim video/foto/audio/gambar. Mengapa saya gunakan aplikasi WhatsApp ini, adalah karena istri menggunakan Smartphone BlackBerry sedangkan saya  tergolong anti BlackBerry (Android+WindowPhone=Oyee) jadilah ambil jalan tengah untuk menggunakan aplikasi ini. Hingga sejauh ini sudah ribuan kali pesan text, gambar, audio, video kami kirimkan melalui aplikasi ini dengan latency waktu pengiriman relatif singkat.

Apabila kita kalkulasikan saja untuk 1 kali sms butuh biaya Rp.350, maka untuk berkirim pesan sebanyak 1000 kali membutuhkan biaya 350.000 itu kalau kita hitung biaya sms biasa, kalau berkirim MMS tentunya biaya akan lebih mahal lagi. Aplikasi WhatsApp yang saya jalankan pada gadget Android hanya menggunakan paket internet dari XL dengan quota sebesar 3 GByte selama 3 bulan dengan harga Rp. 50.000, paket internet ini pastinya bisa digunakan untuk berkirim pesan, browsing, streaming, dll.  Pastinya sangat membantu dalam proses penghematan biaya telekomunikasi.

Namun kabar buruknya adalah aplikasi WhatsApp ini hanya gratis dipergunakan 1 tahun pertama saja, selebihnya ada biaya charge apabila anda ingin tetap menggunakan layanan ini, bisa anda lihat pada official site WhatsApp dialamat http://www.whatsapp.com/android/

Please download the latest version of WhatsApp Messenger and enjoy our service free for 1 year! During, or after free trial period you can purchase service for $0.99 USD/year.If you already paid for the service you will not be asked to pay for it again.

Jadi setidaknya anda perlu merogoh kocek kira-kira Rp.13.000 rupiah pertahunnya.  Itu info yang sya dapat dari Official Site WhatsApp tidak tahu apakah nantinya akan berubah atau tidak.  O iya selain WhatsApp saya juga menggunakan aplikasi instant messanging yang benar-benar gratis seperti SKYPE, FRING, NIMBUZZ, GTALK, untuk antisipasi seandainya WhatsApp bermasalah.

Akhirul Kalam semoga WhatsApp ini bener-bener bisa free, karena dibandingkan aplikasi lain fitur WA ini lumayan Oke mendekati BBM nya BB.

Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer

Advertisements

“another day” di Sakura


Gambar di atas (sebagian disini) diabadikan tepat dua tahun  lalu (Maret 2010) ketika saya dan teman teman yang tergabung dalam project SLER  (Sustainable Living with Environmental Risk) –  IME (Interractive Multimedia Education System) hasil  kerjasama antara Yokohama National University(YNU)  dan 6 Universitas lain dari berbagai Negara (Malaysia, China, Jepang, Nairobi/Kenya), dengan leader program tersebut adalah Prof. Hiroshi Arisawa (Salah satu Guru besar pada Graduate School Of Environment and Information Science).

Sungguh merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan, sharing dan transfer knowledge berjalan sangat  interaktif  berbagi pengalaman bagaimana best practise dalam hal tata kelola Teknologi Informasi dan Sistem Informasi di masing-masing Perguruan Tinggi. Hal-hal positif dari sharing teman-teman baik di jepang, china, malaysia, nairobi memecut semangat saya untuk juga merealisasikan/implementasikan dalam rangka mendukung proses bisnis akademik di Universitas Lampung untuk mengejar ketertinggalan atas beberapa hal.

Miss you all guys and sensei.

Agenda Electrical Engineering in Action 2012


Sekedar sharing membantu sosialiasi agenda kawan-kawan pengurus Himpunan Jurusan Teknik Elektro Universitas Lampung yang berencana menyelenggarakan acara EEA (Electrical Engineering in Action) tahun 2012 ini dengan agenda sebagai berikut.

http://himatro.ee.unila.ac.id/?p=222

Kami dari himpunan mahasiswa teknik elektro universitas lampung akan menyelengggarakan acara besar, bertajuk “Electrical Enginerring in Action 2012″ dengan tema “Maksimalisasi Peran Serta Himatro Unila dalam Pembangunan dan Kemajuan Teknologi Bangsa”, yang akan diselenggarakan selama 5 hari

Sekretariat Himatro Unila

Gdg H. Lt:3 Fak.Tenik Unila Jl. Prof.Dr. Soemantri Brodjonegoro No.1 Bandar Lampung
http://himatro.ee.unila.ac.id
email:himatro@unila.ac.id(0721)9770063
Cp : Anwar  (085279412694)
Aris      (087899178061)
Rendi   (085764647864)

Tema Kegiatan
“ Maksimalisasi Peran Serta Himatro Unila dalam Pembangunan dan Kemajuan Teknologi Bangsa”
 Bentuk Kegiatan

Stadium General dan Seminar Teknologi
Adapun bentuk dari kegiatan ini adalah :
a. Stadium General
Tema                      : Keunggulan  dibalik Open BTS dan cara mengoperasikannya
Pembicara              : Onno Widodo Purbo (Pakar Information Technology )

b. Seminar Teknologi
Tema                      : Mengupas Teknologi Android OS
Pembicara             : Acmad Fachrie ( Pakar Android Mobile Application)

Lomba Karya Cipta Teknologi Pelajar SMA/Sederajat Se-Lampung dan Lomba Cepat Tepat Pelajar SMP/Sederajat Se-Lampung

Adapun bentuk kegiatan ini adalah perlombaan membuat sebuah inovasi teknologi sederhana di bidang elektro (elektronika terapan, kelistrikan, maupun teknologi informatika) yang memiliki peranan dalam kehidupan masyarakat.

Tema   : “Inovasi teknologi dalam membangun bangsa”

Workshop Pembuatan Media Ajar Interaktif Berbasis Multimedia dan Pelatihan Blog
Adapun bentuk kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan membuat media ajar multimedia untuk dapat diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dan pelatihan Blog.
Read more…

Institut Teknologi Sumatera (ITS) akan dibangun di Lampung ?

March 27, 2012 1 comment

Malam ini iseng iseng berniat mencari informasi terkini mengenai perkembangan Provinsi Lampung pada website TribunNews lampung,  penelurusan saya terhenti dan fokus memperhatikan sebuah berita mengenai rencana pembangunan Institut Teknologi berskala Nasional Sumatera yang akan berlokasi di Bandar Lampung. Informasi ini sebetulnya sudah saya dapatkan dari posting salah satu rekan dosen Elektro Unila pada mailing list resmi internal Dosen JTE Unila, namun informasi yang disampaikan tidak mendetail seperti apa yang sudah diberitakan oleh wartawan TribunNews Lampung pada link berikut http://lampung.tribunnews.com/2012/03/27/institut-teknologi-dibangun-di-sukarame-bandar-lampung (Terlampir di Bawah Posting)

Diskusi internal pro dan kontra terhadap rencana pembangunan Institut Teknologi Sumatera di Bandar Lampung ini pun bergulir, masing-masing dosen memiliki dasar pemikiran dan sudut pandang tersendiri menyikapi hal ini.  Kalau saya pribadi ambil sisi positifnya saja, semoga apabila rencana ini akan direalisasikan dapat memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Lampiran
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Kabar gembira bagi masyarakat Lampung. Para pelajar berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang teknologi, tak perlu jauh-jauh lagi kuliah di Bandung (ITB) atau Surabaya (ITS). Pemerintah pusat telah memilih Lampung sebagai lokasi berdirinya institut teknologi berskala nasional.Sekretaris Provinsi Lampung Berlian Tihang mengatakan, pemerintah pusat sudah menyetujui, institut teknologi tersebut nantinya berlokasi di bekas lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII di Sukarame, Bandar Lampung.
Read more…

Filtering Content Pornografi di level Provider Internet


Genderang perang telah ditabuh oleh pemerintah untuk mengurangi maraknya peredaran situs-situs berbau pornografi yang kini tengah merajai mayoritas trafik internet di Indonesia, Presiden SBY selaku pemegang tampuk kekuasaan tertinggi di negara ini telah membentuk gugus tugas anti pornografi  dengan melibatkan berbagai elemen kementrian.

Pembentukan gugus tugas ini ditandai dengan terbitnya Perpres no 25 tahun 2012 pada 2 Maret lalu. Perpres tersebut mengacu pada Pasal 42 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi yang mengamanatkan dibentuknya gugus tugas.

Bertindak selaku ketua adalah Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai Ketua Harian. Sedangkan anggota-anggotanya adalah Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin, Mendikbud M. Nuh, Mendagri Gamawan Fauzi, Menperin MS. Hidayat, Mendag Gita Wiryawan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari E. Pangestu, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, Mensos Salim Segaf Al Jufri, Menpora Andi Malarangeng, Kapolri Jendral Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arief, Ketua KPI Dadang Rahmat, dan Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Dr Mukhlis PaEni.

Dari hasil pengamatan saya selaku end user pengguna internet atas beberapa provider,  saya melihat telah dilakukan aksi penutupan/pemblokiran  terhadap beberapa domain website yang terindikasi memuat konten pornografi,  metode pemblokiran sebatas hanya dilakukan pada level domain filtering belum sampai kepada content filtering. Prinsip kerjanya adalah dengan melisting IP Address/Host dari sebuah website porno dan mengkategorikannya sebagai IP BlackList, sehingga apabila ada request kepada DNS Server/Proxy terhadap Domain/IPAddress  tersebut akan dilakukan policy blocking.

Hal ini masih bisa “diakal-akalin” dengan menggunakan DNS Server public lainnya yang tersedia di Internet (untuk menghindari DNS BLocking) atau penggunakan Online Anonymous WebProxy yang bertebaran di Internet (untuk menghindari Proxy Blocking).

Di Universitas Lampung sendiri juga telah melakukan Filtering terhadap website-website berbau porno dengan menggabungkan 2 metode DNS dan Web Filtering yaitu mengambil Data domain blacklist dari project NAWALA sekaligus melakukan webcontent filtering pada sisi Proxy Server Public yang melayani request internet pengguna Unila. Meskipun hasilnya belum terlalu ideal setidaknya awareness dari Institusi sudah mengarah kesana, dan tentunya pengawasan akan semakin ditingkatkan dan diperketat.

Kembali pada bahasan Gugus Tugas anti pornografi, saya pribadi sangat mendukung kebijakan ini  meskipun kedepannya pasti akan berhadapan dengan aral rintang yang besar,  namun dengan komitmen berbagai pihak, mudah-mudahan konten internet sehat akan tercipta di Republik tercinta ini.

INDONESIA BISA, PROVE IT.

“Goyang Gayung” IPv6 Ready ?


Malam ini adalah malam pertama saya bersama Provider “Goyang Gayung”  setelah 1 bulan sebelumnya mencoba paket internet perdana provider “1+2 “, yang kini tengah “dibenamkan” pada Gadget Nyamnyung Galaxy Froyo. Paket perdana internet ini saya beli dari temen kosan seharga 50 ribu rupiah dengan fasilitas quota pemakaian internet sebesar 3 GByte dan masa aktif selama 3 bulan, sama artinya dengan berbelanja paket internet 1 GByte/bulan seharga 16ribu rupiah, hmmm relatif lebih murah ketimbang provider lain bukan.

Mari sama-sama kita jajal ketangguhannya, ujicoba saya lakukan menggunakan mode tethering USB lalu disambungkan ke laptop, hasilnya cukup lumayan sodara-sodara streaming youtube dengan kualitas 360 stabil  kemudian browsing ke beberapa website baik dalam dan luar negeri relatif lancar. Download ke site local dengan menggunakan IDM bisa tembus di angka 500-an Kbps (HSDPA Sinyal), its ok lah karena saya bukan termasuk aliran massive downloader.

Dan antiknya lagi pada GSM ini, dilevel end user anda dapat menikmati jaringan IPv6 si “Goyang Gayung”. wooooow SESUATU BANGEDD DAH ini, entah apakah kejadian ini memang sudah  permanen atau hanya kejadian luar biasa saja karena saya pemegang sertifikat SAGE-nya HE 😀 , yang jelas dari hasil PENERAWANGAN console laptop menyatakan bahwa mode “StateLess-IP6”  sudah berjalan baik pada laptop saya.

IPv4 Route Table
===========================================================================
Active Routes:
Network Destination        Netmask          Gateway       Interface  Metric
          0.0.0.0          0.0.0.0   192.168.42.129   192.168.42.109     10
        127.0.0.0        255.0.0.0         On-link         127.0.0.1    306
        127.0.0.1  255.255.255.255         On-link         127.0.0.1    306
  127.255.255.255  255.255.255.255         On-link         127.0.0.1    306
     192.168.42.0    255.255.255.0         On-link    192.168.42.109    266
   192.168.42.109  255.255.255.255         On-link    192.168.42.109    266
   192.168.42.255  255.255.255.255         On-link    192.168.42.109    266
        224.0.0.0        240.0.0.0         On-link         127.0.0.1    306
        224.0.0.0        240.0.0.0         On-link    192.168.42.109    266
  255.255.255.255  255.255.255.255         On-link         127.0.0.1    306
  255.255.255.255  255.255.255.255         On-link    192.168.42.109    266
===========================================================================
Persistent Routes:
  None

IPv6 Route Table
===========================================================================
Active Routes:
 If Metric Network Destination      Gateway
179     58 ::/0                     On-link
  1    306 ::1/128                  On-link
179     58 2001::/32                On-link
179    306 2001:0:4137:9e76:20e9:7016:8f28:bf6a/128
                                    On-link
 32    266 fe80::/64                On-link
179    306 fe80::/64                On-link
179    306 fe80::20e9:7016:8f28:bf6a/128
                                    On-link
 32    266 fe80::3504:7a57:9b60:208a/128
                                    On-link
  1    306 ff00::/8                 On-link
179    306 ff00::/8                 On-link
 32    266 ff00::/8                 On-link
===========================================================================
Persistent Routes:
  None

C:\Users\DD-IYAY>

Mantebh kan gan IPv6 sudah ON, sekarang kita coba lihat lagi performance jaringan v6 si “Goyang Gayung” ini.

C:\Users\DD-IYAY>tracert 2001:df0:230:2::5

Tracing route to www.unila.ac.id [2001:df0:230:2::5]
over a maximum of 30 hops:

  1     *        *        *     Request timed out.
  2     *        *        *     Request timed out.
  3     *        *        *     Request timed out.
  4  3008 ms  1738 ms   389 ms  10gigabitethernet-2-2.par2.he.net [2001:7f8:43::6939:1]
  5   876 ms   458 ms   377 ms  10gigabitethernet6-2.core1.lon1.he.net [2001:470:0:21e::1]
  6  2830 ms   498 ms   458 ms  10gigabitethernet7-4.core1.nyc4.he.net [2001:470:0:128::1]
  7   796 ms   468 ms   468 ms  10gigabitethernet8-3.core1.chi1.he.net [2001:470:0:1c6::2]
  8   445 ms   468 ms   448 ms  pccw.gige-g3-20.core1.chi1.he.net [2001:470:0:120::2]
  9   739 ms   438 ms   498 ms  2400:8800:1f02:12::2
 10   731 ms   708 ms   698 ms  2400:8800:1f02:12::2
 11     *        *        *     Request timed out.
 12     *        *        *     Request timed out.
 13  1995 ms  1568 ms   678 ms  2400:dc00:fc01:3::2
 14     *      688 ms   674 ms  www.unila.ac.id [2001:df0:230:2::5]

Trace complete.

C:\Users\DD-IYAY>ping 2001:df0:230:2::5 -t

Pinging 2001:df0:230:2::5 with 32 bytes of data:
Request timed out.
Reply from 2001:df0:230:2::5: time=746ms
Request timed out.
Request timed out.
Reply from 2001:df0:230:2::5: time=1986ms
Request timed out.
Reply from 2001:df0:230:2::5: time=2011ms
Request timed out.

Ping statistics for 2001:df0:230:2::5:
    Packets: Sent = 8, Received = 3, Lost = 5 (62% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 746ms, Maximum = 2011ms, Average = 1581ms

C:\Users\DD-IYAY>tracert 2001:200:dff:fff1:216:3eff:feb1:44d7 (www.kame.net)

Tracing route to 2001:200:dff:fff1:216:3eff:feb1:44d7 over a maximum of 30 hops

  1     *      400 ms   408 ms  2001:200:0:b003::2
  2   466 ms   638 ms   558 ms  2001:200:0:b004::1
  3   466 ms   467 ms   501 ms  2001:200:0:b002::1
  4   459 ms   478 ms   449 ms  2001:200:0:fe00::1dec:0
  5   455 ms   508 ms   488 ms  2001:200:901:7::1600
  6   485 ms   488 ms   478 ms  osa-crs1-te5-0-0-1374.jp.apan.net [2001:200:e000:1374::c1b]
  7   467 ms   478 ms   468 ms  wide-bk-tpr6.jp.apan.net [2001:200:e000:1111::2500:1]
  8   467 ms   487 ms   469 ms  cisco2.notemachi.wide.ad.jp [2001:200:0:6006::1]
  9   465 ms   488 ms   508 ms  2001:200:0:6001:20c:29ff:fe25:5835
 10   454 ms   468 ms     *     2001:200:dff:fff1:216:3eff:feb1:44d7
 11     *      488 ms   468 ms  2001:200:dff:fff1:216:3eff:feb1:44d7

Trace complete.

C:\Users\DD-IYAY>

FIUUUHH rupanya baru ketauan sekarang performance v6-nya, rupanya SANGAT TIDAK STABIL SODARA-SODARA, dengan latency dan lost sangat GUeeedeee,  ibarat kate nyabung segan hidup tak mau hehehe. Bay De Wey hal ini perlu disyukuri bahwa ada effort sungguh-sungguh dan itikad baik dari si “Goyang Gayung” untuk turut berkiprah mensukseskan penggunaan IPv6 di Indonesia, sementara GSM lain masih belom v6 Exist.  JEMPOL BUAT “GOYANG GAYUNG”

WellDone.

IPv6 Validation dari http://ipv6-test.com


Khusus bagi anda pengelola website yang telah mengaktifkan servis IPv6 pada web server anda,  kini telah hadir free script IPv6 Validation dari http://ipv6-test.com, cara penggunaannya cukup mudah tinggal kopi script kecil yang diberikan IPv6-test pada website anda, terdapat 3 jenis tampilan logo ipv6-enable yaitu

<a href=’http://ipv6-test.com/validate.php?url=referer’><img src=’http://ipv6-test.com/button-ipv6-big.png&#8217; alt=’ipv6 ready’ title=’ipv6 ready’ border=’0′ /></a> <!– IPv6-test.com button END –>

 <!– IPv6-test.com button BEGIN –>
<a href=’http://ipv6-test.com/validate.php?url=referer’><img src=’http://ipv6-test.com/button-ipv6-small.png&#8217; alt=’ipv6 ready’ title=’ipv6 ready’ border=’0′ /></a><!– IPv6-test.com button END –>

<!– IPv6-test.com button BEGIN –>
<a href=’http://ipv6-test.com/validate.php?url=referer’><img src=’http://ipv6-test.com/button-ipv6-80×15.png&#8217; alt=’ipv6 ready’ title=’ipv6 ready’ border=’0′ /></a> <!– IPv6-test.com button END –>

Tampilan pada saat ipv6-test melakukan check kira-kira seperti gambar dibawah;

Saya baru mengaktifkan script ipv6 check ini pada website http://www.unila.ac.id , http://lg.unila.ac.id , http://mirror.unila.ac.id, http://ipv6.unila.ac.id

%d bloggers like this: