Archive

Archive for November, 2012

Soft System Methodology (SSM)

November 30, 2012 Leave a comment

Resume Soft System Methodology dari Prof. Pak Riri Satria

Pada awalnya pendekatan SSM ini terlihat sebagai alat pemodelan biasa, tapi setelah adanya pengembangan, pendekatan itu telah meningkat sebagai alat pembelajaran dan alat pengembangan sebagai pembantu dalam mengartikan masalah. SSM adalah sebuah metodologi untuk menganalisis dan pemodelan sistem yang mengintegrasikan teknologi (hard) sistem dan  human  (soft) sistem. SSM adalah pendekatan untuk pemodelan proses di dalam organisasi dan lingkungannya dan sering digunakan dalam pemodelan manajemen perubahan, di mana organisasi pembelajaran itu sendiri merupakan manajemen perubahan.

Soft systems methodology assume:
– organisational problems are ‘messy’, poorly defined
– stakeholders interpret problems differently
– no objective reality
– human factors important
– creative and intuitive approach to problem-solving

The 7 Stages of SSM

Tahap 1:   Situation Considered Problematic, problem yang dimaksudkan lebih sesuai disebut problem situation, karena umumnya masalah yang harus diselesaikan lebih dari satu sehingga perlu identifikasi satu per satu;
Tahap 2:  Problem Situation Expressed,  mengumpulkan data & informasi dengan melakukan observasi, interview,  workshop & diskusi yang dilanjutkan dengan formulasi & presentasi masalah-masalah tsb, yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk  Rich picture;
Tahap 3: Root Definitions of Relevant Systems,mengkaitkan masalah terhadap sistem yang ada, yang  dilanjutkan dengan membuat  root definitions yangmenjelaskan proses / transformasi untuk mencapai tujuan (To do X, by Y, to achieve Z),  untuk menguji root definitions tsb dengan melakukan  CATWOE analysis

Tahap 4; Conceptual Models,  membuat model sistem konsepsual untuk masing-masing sistem, model digambarkan dengan Activity model, yang dilanjutkan dengan menentukan dan mengukur kinerja (performance) model tsb (efficacy,  efficiency &  effectiveness);
Tahap 5; Comparisons with Reality, membandingkan antara model konsepsual tsb dengan kenyataannya dan biasanya akan timbul ide-ide baru untuk perubahan;
Tahap 6; Debate about Change, bersamasama dengan  stakeholders hasil-hasil  tahapan sebelumnya diskusikan, hasilnya adalah perubahan, dan perubahan tersebut
harus sistematis (cara maupun tujuan) dan  feasible untuk dilaksanakan.

Contoh Rich Picture

Analisis CATWOE

C=Customers    the victims or beneficiaries of T
A=Actors    those who do T
T=Transformation    input    output
W=Worldview        that makes the T meaningful in context
O=Owners    those with the power to stop T
E=Environmental    elements outside the system which constraints    are taken as given, but nevertheless

Contoh CATWOE

C    candidate students
A    university staff
T    candidate students degree holders
W    the belief that awarding degrees and diplomas is a good way of demonstrating the qualities of candidates to potential employers
O    the University governing body
E    national educational and assessment standards affect its behaviour

BLACK BOX / TRANSFORMATIONAL SYSTEM
(specific SSM template for Change Management)

Read more…

Advertisements

Pengakuan atas palestina di PBB

November 30, 2012 Leave a comment

Ada info terbaru mengenai perkembangan terkini status palestina dalam ranah  dunia politik internasional, dari sumber pemberitaan kompas rupanya PBB pada tanggal 29/22/2012 kemarin resmi diakui keberadaan sebagai “Negara Pemantau” setelah sebelumnya statusnya adalah “Entitas Pemantau”, pengakuan ini tentu saja tidak berlangsung mulus dan untuk menghasilkan keputusan dilakukan pengambilan voting terhadap pilihan keputusan yang melibatkan negara anggota PBB,

Semoga saja hasil keputusan ini berpengaruh terhadap kestabilan kondisi politik, ekonomi, sosial, dunia. Info lengkap dapat anda baca kutipan dibawah,

NEW YORK, KOMPAS.com — Sidang Majelis Umum PBB di New York, Kamis (29/11/2012) waktu setempat, akhirnya mengakui peningkatan status Palestina sebagai negara pemantau nonanggota dari status sebelumnya sebagai entitas pemantau yang diwakili PLO.

Berdasarkan hasil voting yang dilakukan, Palestina mendapat dukungan mayoritas, yakni 138 anggota majelis umum PBB. Sementara hanya 9 anggota yang menolak dan sisanya 41 anggota abstain.

Dengan status negara pemantau nonanggota, Palestina bisa bergabung ke dalam organisasi-organisasi PBB serta terlibat dalam perjanjian-perjanjian internasional. Hal ini merupakan langkah maju bagi Palestina dalam upaya diplomasinya memperoleh kemerdekaan.

Read more…

Register blog ini di Technocrati – Code V8DF566CZVR6

November 29, 2012 14 comments

Token code V8DF566CZVR6 for https://gigihfordanama.wordpress.com

FYI, Technorati adalah salah satu directory yang sudah terkenal.Banyak para blogger master yang mendaftarkan blognya disini bagaimana tidak jika terdaftar disini blog kita akan lebih dikenal oleh search engine semisal google,yahoo,bing dan search engine lainnya. Hari ini saya sedang mencoba mengikuti panduan untuk mengklaim blog dengan domain https://gigihfordanama.wordpress.com adalah asli kepemilikan saya, langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut

Cara mendaftarkan blog kita di technorati :
1. Kunjungi situs http://www.technorati.com
2. Pilih join.
3. Kemudian isi data yang diperlukan → Klik submit.
4. Lalu buka email kemudian verifikasi dengan mengklik email yang anda peroleh dari technorati.

Cara claim technorati :
1. Log in ke akun technorati anda.
2. Klik user name anda ( di pojok kanan atas.)
3. Isi profil anda → Update Account anda
4. Kemudian pada pilihan Claim My Blog masukkan url atau blog anda lalu klik Claim.
5. Pada menu Details isi data yang diperlukan. Pada bagian Feed URL isi dengan feed url sobat contoh : https://gigihfordanama.wordpress.com/feed
6. Pilih kategori dan keyword yang sesuai dengan tema blog anda. Lalu klik proces to next step.
7. Setelah muncul tampilan, pilih return to profile.
8. Kemudian pilih Check Claim
9. Lalu anda akan memperoleh Unique Code. Buatlah sebuah postingan yang berisi unique code agar pihak technorati dapat memverifikasi blog anda.
10. Terakhir klik Verify Claim Token.
11. Tunggu beberapa hari hingga tim technoriti memverifikasi blog anda.

Nah sekarang saya sudah menerima email notifikasi sebagai berikut

Nov 28, 2012. Technorati will need to verify that you are an author of the blog by looking for a unique code. Please put the following short code V8DF566CZVR6 within a new blog post and publish it. This code must appear in the published post and it must also appear in your corresponding RSS feed once published. Once it is published, use the “Verify Claim Token” button on this page to tell Technorati your blog is ready for Technorati to verify the claim token and proceed to final review.

Mudah-mudahan proses registrasi bisa berjalan dengan lancar.

Categories: Blogosphere

Risk management – Penilaian resiko

November 29, 2012 Leave a comment

Tahapan-tahapan dalam melakukan Penilaian Resiko adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi Aset, aset-aset yang akan diidentifikasi adalah aset berupa Manusia, Proses, Informasi, dan aset fisik. Aset-aset yang nantinya akan dinilai hanyalah aset yang mempunyai dampak bagi bisnis perusahaan bila kerahasiaan dan integritas dari aset tersebut dilanggar, serta ketersediaannya tidak terjamin.
  2. Identifikasi ancaman dan kerawanan, padaproses ini dilakukan identifikasi terhadap ancaman dan agen yang membawa ancaman tersebut. Kemudian dari hasil identifikasi aset, dampak pada tahapan 1, dikorelasikan dengan ancaman yang ada. Selanjutnya dilakukan penilaian terhadap kelemahan dari aset-aset yang telah diidentifikasi dan dikorelasikan juga dengan ancaman yang ada.
  3. Memprioritaskan Resiko, hasil yang diperoleh dari tahap 1 dan 2 dikombinasikan, dan dilakukan pengkategorian terhadap resiko yang ada. Dilihat dampak resiko inherent dan residual. Inheren adalah dampak yang terjadi ketika kontrol belum diterapkan, sedangkan residual adalah dampak yang kita harapkan setelah kontrol diterapkan.
  4. Membangun kontrol, pada tahapan ini dibuat langkah-langkah mitigasi terhadap resiko.
  5. Monitoring, pada tahapan ini dilakukan audit secara berkala, baik dilakukan oleh internal auditor maupun eksternal auditor.

Pada tahap 3, dilakukan prioritas terhadap resiko yang ada, dengan melihat dampak resiko inheren dan residual dibandingkan dengan kemungkinan terjadi inheren dan residual.Pada tabel 2.1 dijelaskan level-level yang ada untuk kemungkinan terjadi ancaman terhadap aset yang ada, sedangkan pada tabel 2.2 dijelaskan level-level yang ada atas dampak yang terjadi ketika kerawanan berhasil di eksploitasi.Untuk memperoleh nilai resiko berdasarkan pada nilai yang diperoleh terhadap kecenderungan terjadi ancaman dan dampaknya dapat dilihat pada tabel 2.3 dan 2.4. Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer]

 Tabel ‎2.1 Tabel Kemungkinan Terjadi Ancaman

Likelihood Level Definisi Likelihood
High sumber ancaman di dorong oleh motivasi yang tinggi dan kemampuan yang cukup, dan kontrol-kontrol yang digunakan saat menguji untuk mencegah kerawanan tidak efektif
Medium Sumber ancaman hanya motivasi dan kemampuan saja, sedangkan kontrol-kontrol yang digunakan mampu menghalangi saat dilakukan uji kerawanan
Low Sumber ancaman mempunyai motivasi dan kemampuan yang kurang, atau kontrol-kontrol untuk menghalangi serangan secara signifikan mampu dijalankan saat dilakukan uji kerawanan

Read more…

Value chain analysis

November 29, 2012 Leave a comment

Rantai nilai (value chain) Porter dapat dijadikan langkah awal dalam memodelkan bisnis dengan mendefinisikan area fungsional utama dan area fungsional pendukung. Gambar dibawah menunjukan rantai nilai Porter yang terdiri dari  aktivitas utama (primary activities) dan aktivitas pendukung (support activities) (Porter 1985).

 Aktivitas utama (primary activities) pada rantai nilai ini adalah sebagai berikut:
a. Inbound  logistic:  aktivitas  yang  dilakukan  berhubungan  dengan  penerimaan, penyimpanan, dan penyebaran.
b.   Operations: aktivitas yang mentransformasikan masukan jadi keluaran
c. Outbound logistic : aktivitas yang berhubungan dengan menyebarkan produk/jasa kepada pelanggan
d. Marketing dan sales : kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran dan penjualan, diantaranya penelitian pasar dan promosi.
e. Service : kegiatan yang berhubungan dengan penyedia layanan untuk meningkatkan pemeliharaan produk  seperti  instalasi,  pelatihan,  perbaikan,  suplai  bahan,  dan perawatan

Aktivitas pendukung  (support  activities)  adalah  kegiatan  yang  mendukung  aktivitas utama, tidak terlibat langsung dalam produksi, namun memiliki potensi meningkatkan efesiensi dan efektifitas. Kegiatan pendukung yang digambarkan Porter adalah sebagai berikut:
a. Firm Infrastructure : terdiri atas sistem dan fungsi pendukung, diantaranya finance, planning, quality control, dan general senior management.
b. Human   Resources   Management   :   berhubungan  dengan  akt ivitas   rekruitment, pengembangan, pelatihan, memotivasi, serta pemberian penghargaan kepada tenaga kerja.
c. Technology   Development :   aktivitas   yang   terkait   produk,   proses   perbaikan, perancangan  peralatan, pengembangan  perangkat lunak komputer, sistem telekomunikasi, kapabilitas basis data baru, dan pengembangan dukungan sistem berbasis komputer.
d. Procurement : kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana sumber daya diperoleh diantaranya fungsi pembelian input yang digunakan dalam value chain organisasi.

Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer

Read more…

McFarlan Grid

November 29, 2012 Leave a comment

Model pemetaan McFarlan bertujuan untuk menganalisis suatu aplikasi atau sistem informasi di suatu operasional Organisasi berdasarkan kondisi saat ini, kondisi yang direncanakan serta aplikasi-aplikasi yang dianggap berpotensi dalam menunjang bisnis operasional organisasi. Pemetaan tersebut dibagi atas kategori yang didefinisikan sebagai berikut :

  • Kuadran 1 merupakan kuadran Support;
  • Kuadran 2 merupakan kuadran Operational;
  • Kuadran 3 merupakan kuadran High Potential;
  • Kuadran 4 merupakan kuadran Strategic.

Pemetaan ini mempermudah operasional pihak manajemen untuk mengambil keputusan dalam menentukan posisi sistem teknologi informasi operasional Organisasi di dalam kuadran tersebut serta keinginan operasional Organisasi dalam menentukan ke arah mana sistem informasi akan dipenuhi yang tentunya disesuaikan dengan kapabilitas dan visi serta misi operasional Organisasi di masa yang akan datang.

Read more…

Categories: World Of ICT Tags:

Pemilihan Architecture Enterprise Framework

November 28, 2012 Leave a comment

Untuk  memilih  sebuah  arsitektur  enterprise  framework  terdapat  kriteria yang berbeda yang bisa dijadikan sebagai acuan (Setiawan 2009), yaitu:

  • Tujuan dari arsitektur enterprise dengan melihat bagaimana definisi arsitektur dan pemahamannya, proses arsitektur yang telah ditentukan sehingga mudah untuk diikuti, serta dukungan terhadap evolusi arsitektur.
  • Input untuk aktivitas arsitektur enterprise seperti pendorong bisnis dan input teknologi.
  • Output dari aktivitas arsitektur enterprise seperti model bisnis dan desain transisional utnuk evolusi dan perubahan.
  • Framework merupakan sebuah bagian penting dalam pendesainan arsitektur enterprise yang seharusnya memiliki kriteria: Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer

a) Reasoned. Framework yang masuk  akal   yang dapat memungkinkan pembuatan arsitektur yang bersifat deterministik ketika terjadi perubahan batasan dan tetap  menjaga  integritasnya  walaupun  menghadapi  perubahan  bisnis  dan teknologi serta demand yang tak terduga.

b) Cohesive.Framework yang kohesif memiliki sekumpulan perilaku yang akan seimbang dalam cara pandang dan ruang lingkupnya.

c)  Adaptable  Framework. Haruslah  bisa  beradaptasi  terhadap  perubahan  yang  mungkin sangat sering terjadi dalam organisasi.

d)  Vendor-independent. Framework  haruslah  tidak  tergantung  pada  vendor  tertentu  untuk  benar- benarmemaksimalkan benefit bagi organisasi.

e)  Technology-independent. Framework haruslah tidak tergantung pada teknologi yang ada saat ini, tapi dapat menyesuaikan dengan teknologi baru.

f)    Domain-neutral.  Adalah  atribut   penting   bagi  framework  agar   memiliki  peranan  dalam pemeliharaan tujuan organisasi.

 g)  Scalable. Framework haruslah beroperasi secara efektif pada level departemen, unit bisnis,   pemerintahan   dan   level   korporat   tanpa   kehilangan   fokus   dan kemampuan untuk dapat diaplikasikan.

%d bloggers like this: